Memahami dan Menerapkan Manajemen Keuangan Rumah Tangga Muslim yang Diberkahi Allah

By On Monday, April 06 th, 2015 · one Comment · In ,

Oleh:  Ustadz Banu Muhammad, S.E., M.S.E.

Ahad, 22 Maret 2015 07.00-08.45 WIB @Aula Utama Masjid UI Depok

 

Yang harus kita perhatikan adalah: Halalan thoyyibaah, Hayatan thoyyibah, Dzurriyatan thoyyibah.

Urgensi Manajemen Keuangan Keluarga

Dan hendaklah takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan)nya. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertaqwa kepada Allah, dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar.” (Q.S An-Nisa (4) ayat 9)

Arahan Agama:  “Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah dibuat untuk hari esok (masa depan). Dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui yang kamu kerjakan.” (Q.S. Al Hasyr (59) ayat 18)

Setiap orang dari kamu adalah pemikul tanggungjawab dan setiap kamu bertanggungjawab terhadap orang-orang yang dibawah tanggungjawab kamu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Sesungguhnya orang yang beriman ialah barangsiapa yang memberikan keselamatan dan perlindungan terhadap harta dan jiwa manusia.” (HR. Ibnu Majah)

Ingat 5 perkara sebelum 5 perkara; muda sebelum tua, sehat sebelum sakit, kaya sebelum miskin, lapang sebelum sempit dan hidup sebelum mati.” (Hadits Riwayat Muslim)

Urgensi

1. Setiap rupiah akan dipertanggungjawabkan di akhirat

2. Setiap kebutuhan harus terbiayai (uang untuk transaksi)

3. Setiap keluarga ingin hidup nyaman tanpa hutang (uang untuk jaga-jaga)

4. Setiap keluarga pasti punya mimpi dan perencanaan ke depan (hajji, mobil, rumah, dll)

PRINSIP DASAR

Islam, a Comprehensive Way of Live (Qs 2:208, 2:85). “Wahai orang-orang yang beriman masuklah kalian ke dalam Islam secara dengam sempurna dan janganlah kalian ikuti langkah-langkah syetan” (Q.S. Albaqarah ayat 208).

Islam mengajarkan kita agar kaaffah serta syamil mutakamil. Islam : Aqidah, Syariah, Akhlak.

Ayat yang paling panjang di dalam Alquran adalah tentang harta, hutang piutang dan pencatatannya, Surat Albaqarah ayat 282 TAUHID, memahami hakikat harta. Dalam konteks tauhid, kita memahami bahwa harta adalah mutlak milik Allah (Qs. 2: 107, Qs. 5: 17, Qs. 24: 33) karena Allah pencipta segalanya (Qs. 6: 1-3). Harta adalah titipan, ujian, fitnah. Manusia hanya dititipi sebagai amanah yang sementara waktu (sebagai ujian) yang akan dipertanggungjawabkan pada saatnya nanti.

Panduan AGAMA dalam MANAJEMEN KEUANGAN KELUARGA

Mengelola Uang dalam Rumah Tangga Sakinah:

1. Penghasilan Orang yang mencari nafkah untuk keluarga dihitung pahala.

2. Pengeluaran

3. Surplus dan alokasinya, bagaimana mengelolanya

4. Defisit dan solusinya

5. Asset Cash flow = water flow

PEMASUKAN digunakan untuk beberapa hal, meliputi : 1. KEBUTUHAN HIDUP 2. TABUNGAN DAN INVESTASI 3. HUTANG 4. ZIS. Sedangkan Cash Flow for Muslim : 1. PEMASUKAN Uang disebut liquid karna mudah cair. Makanya dikenal istilah “liquid”itas ekonomi. Kita harus pastikan setiap makanan, minum apapun yang masuk ke dalam tubuh kita harus halalan thayyibaan =Filter!!!

Q.s. 2 : 168 “Wahai manusia, makanlah apa yang ada di bumi yang halal san thayyiban dan janganlah kalian ikuti langkah-langkah syetan, sesungguhnya mereka adalah musuh yang nyata bagimu.” Kenapa ayat ini ditutup dengan “jangan mengikuti langkah-langkah syetan“? Maksudnya, syetan sudah punya rencana dengan detail. Jika ia gagal disini, maka ia punya plan B, plan C, dst… Mereka menggangu manusia dari kiri, kanan, atas, bawah. Dari segala arah 🙁 Makanya kita harus punya proteksi yang lengkap, tameng yang lengkap.

Selanjutnya,.. Begitu kita punya pendapatan, yang perlu kita keluarkan yang pertama adalah HAK ALLAH SWT (Sebenarnya bukan hak Allah, namun adalah hak kita di masa depan*red: Akhirat). Zakat, npwp, dkk… Dihitung dengan seksama. Zakat profesi, bagusnya dihitung per bulan karna jika per tahun khawatir susah menghitungnya (ada yang salah hitung atau tidak terhitung). Apalagi untuk pendapatan yang tidak beraturan atau tidak tetap setiap bulannya. Namun jika mengambil pendapat yang per tahun juga dibolehkan, asalkan Hak Allah pada harta yang dititipkan kepada kita terpenuhi.

Q.s. 2 : 261 “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir : seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang dia kehendaki. Dan Allah maha luas (karuniaNya) lagi maha mengetahui”. Apa yang sudah kita berikan akan kembali pada kita. Balasan berlipat akan kita peroleh asalkan ikhlas :). Orang kafirpun tau mana harta yang halal dan mana yang haram. Saat mereka diminta untuk menggunakan harta nya untuk membangun Baitullah, mereka mengumumkan bahwa harta yang digunakan tidak boleh harta hasil riba, dsb :).

Keluarkan HAK ORANG LAIN yang ada pada kita (hutang). Amru bin Syarid: Muhammad SAW: “Penundaan pembayaran utang oleh orang yang mampu itu suatu kedzaliman yang menghalalkan kehormatan dan penyiksaannya.” (HR. Lima ahli hadits, kecuali Tirmidzi).

Sisihkan HAK SENDIRI UNTUK MASA DEPAN (sendiri dan keluarga). Ex : asuransi, biaya berobat. Allah akan 1. memberikan rahmat kepada seseorang yang berusaha dari yang baik, 2. Membelanjakannya dengan sederhana, 3. Menyisihkan kelebihan untuk berjaga-jaga saat ia miskin atau saat ia membutuhkan (HR. Muslim dan Ahmad). Semuanya harus diikuti dengan QANAAH. Qanaah : syukuri apapun yang Allah beri.

Dianjurkan untuk menabung, dan dianjurkan memiliki beberapa rekening: 1) yang mobile 2) untuk Deposito 3) khusus “Nitip” (tidak diambil-ambil kecuali sangat perlu).

Dan orang-orang yang apabila membelanjakan harta mereka tidak berlebih-lebihan dan tidak pula kikir dan adalah membelanjakan di tengah-tengah antara yang demikian.”

Akhlak terkait harta : 1. Syukur 2. Qanaah 3. Tidak ishrof

MENINGKATKAN PENDAPATAN KELUARGA

Tips dasar: 1) Meningkatkan pendapatan, 2) Mengurangi pengeluaran.

Meningkatkan pendapatan Ini adalah sesuatu yang perlu kita ikhtiarkan. Mencari nafkah adalah sesuatu yang sangat mulia. Semangat bekerja dan meniatkan sebagai amal sholeh. Allah paham orang yang sholat malamnya singkat, karna siang sudah capek untuk bekerja, maka Allah paham dengan singkatnya sholat malam orang ini. Capeknya (lelahnya) orang cari nafkah adalah pahala ♡

Mencari tambahan penghasilan, kalau bisa punya 4 pekerjaan. Imam Hasan al banna menganjurkan, jangan sampai hanya punya 1 pekerjaan.

1. Menjadi karyawan. Bekerja pada orang lain dan mendapatkan gaji

2. Menjadi profesional pekerja mandiri .Menjual keahlian

3. Menjadi pemilik usaha

4. Menjadi investor. Duit jangan sampai nganggur, nilai uang akan semakin kurang. Nilai uang seiring berjalannya waktu akan berkurang, Investasi!!! bisa investasi emas.

MOTIVASI DALAM MENCARI RIZQI

“… apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi, dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak2 supaya kamu beruntung.” (Q.S. 62 ayat 10).

Ketika Rasulullah ditanya oleh Rafi bin Khudaij: Dari Malik bin anas r.a, “Wahai Rasulullah, pekerjaan apakah yang paling baik?“. RASULULLAH menjawab, “Pekerjaan orang dengan tangannya sendiri dan jual beli yang mabrur“. (HR. Ahmad dan Al bazzar At Tabrani dari Ibnu Umar).

Harta terbaik adalah harta yang diperoleh dengan tangannya sendiri.” (HR. Bazzar)

Sesungguhnya Allah suka kalau Dia melihat hambaNya berusaha mencari barang dengan cara yang halal.” (HR. Ath-Tahbrani dan Ad Dailami)

Orang-orang yang meminta minta padahal dia tidak begitu membutuhkan (tidak terdesak) sama halnya dengan orang yang memungut bara api” (HR. Muslim)

Allah sangat benci pada orang yang meminta-minta. Pedagang yang jujur adalah : tetangga nabi di Surga. Islam sangat detail mengatur tentang perdagangan, sampai dengan “khiyar”, dll.

ALLAH MAHA KAYA. Yakin sama allah, Allah akan beri. Allah Maha Penjamin Rizki. IKHTIAR mencari rizki adalah Amal shaleh. Misalnya orang yang bekerja membangun masjid : Minimal mereka dalam bekerja ada 3 tipe : 1. Nyari duit 2. Nyari duit, niat cari nafkah 3. nyari duit, niat cari nafkah, niatkan pahala karena membangun masjid untuk ibadah. Bobot niat sangat menentukan.

Menghemat pengeluaran. Allah akan memberikan rahmat kepada seseorang yang: 1) berusaha dari yang baik, 2) membelanjakan uang secara sederhana, dan 3) dapat menyisihkan kelebihan untuk menjaga saat dia miskin dan membutuhkannya. (HR Muslim & Ahmad)

Kenali siklus pengeluaran

Kelmpok 1: 20-30th. Baru mulai kerja, perlu biaya persiapan nikah, mendapat rumah pertama, kelengkapan rumah, mobil pertama, dan persiapan finansial untuk anak pertama.

Kelompok 2: Awal 30-45th. Memiliki beberapa anak, biaya pendidikan anak, sarana penunjang pendidikan anak.

Kelompok 3: 45-55 th. Biaya anak-anak di perguruan tinggi, pernikahan anak, pembiayaan kesehatan dan pasangan, persiapan dana pension.

Kelompok 4: 55 tahun ke atas. Biaya hidup pensiun. biaya kesehatan

ALOKASIKAN PENGELUARAN

ZIS : maks 10%, yang wajib 2,5 % selebihnya bisa infak, wakaf, sedekah, dll. MISAL, beberapa pilihan berikut : 1) Abu bakar, seluruh harta diinfakkan (harta yang mobile) 2) Umar, setengah harta 3) 2,5% ditambah +++++.

Kebutuhan hidup : maks. 40%

Investasi : maks. 20%

Hutang : maks. 30%

CATAT PENGHASILAN DAN PENGELUARAN TIAP BULAN

Contoh

Penghasilan :

  • Gaji 4,5 juta
  • Bonus 500rb
  • Hasil usaha / investasi 1 jt
  • Penghasilan lain-lain 1 juta

Total penghasilan : 6,5 juta

Pengeluaran :

  • Belanja dapur, uang saku anak, transport, listrik, air, telpon, iuran sekolah : 3 jt
  • ZIS : 400rb
  • Cicilan KPR, cicilan motor: 2jt
  • Premi asuransi : 100rb
  • Gaji pembantu, iuran lingkungan : 500rb

Total Pengeluaran : 6 juta

Surplus / Defisit : 500 rb

SURPLUS / DEFISIT : Menyisakan uang di akhir bulan malah akan membuat kita menjadi lebih boros karena membiarkan ada dana tanpa rencana penggunaan yang jelas. Walaupun diniatkan untuk ditabung/diinvestasikan, tapi pada kenyataannya dana ini tidak benar-benar bersisa untuk ditabung karena uang sulit sekali untuk bersisa. Belanja dapur, dst….. Gaji pembantu, dst, Pos – pos pengeluaran ini sebetulnya sangat fleksibel jumlahnya sehingga menjadi kurang prioritas. Nominalnya masih bisa dikurangi dengan berhemat, dan tidak ada batas maksimalnya jika menuruti nafsu. Risiko nya pun paling kecil jika dibanding pengeluaran lain yang melibatkan pihak ketiga. Untuk itu, pos ini seharusnya ditempatkan pada prioritas paling akhir, alias menunggu sisa dari pos pengeluaran yang lain.

ZIS (Zakat-Infak-Sedekah): Pos pengeluaran ini jumlahnya sudah pasti, karena ada batas minimal yang harus dibayarkan, dan resikonya juga sangat besar jika diabaikan. Maka seharusnya pos ini dijadikan prioritas utama pengeluaran. Atau malah menjadi pengurang penghasilan. Cicilan KPR, cicilan Motor : Pos pengeluaran ini memiliki tingkat resiko paling tinggi jika diabaikan. Karena berdampak secara finansial (denda, bunga), secara psikologis (ditagih), bahkan bisa berdampak secara hukum (dituntut). Maka seharusnya pos ini menjadi pengeluaran yang paling prioritas setelah zakat. Premi asuransi : Pengeluaran untuk masa depan, seperti asuransi dan investasi juga sebaiknya didahulukan sebelum membayar biaya hidup. Karena sulit sekali menabung dengan menunggu sisa.

Maka solusinya adalah :

Pengeluaran : utamakan hak orang lain: Cicilan-cicilan, Asuransi, Tabungan, Kebutuhan-kebutuhan. Begitulah urutannya. Penghasilan dalam 1 bulan adalah penghasilan kotor, maka ia hendaklah dikurangi terlebih dahulu dengan ZIS, setelah ZIS disisihkan, baru lah dapat ditentukan penghasilan bersih yang kemudian dapat digunakan untuk membayar cicilan-cicilan, premi asuransi, tabungan rutin, dan kebutuhan-kebutuhan lainnya 🙂

Manajemen keuangan : Catat Penghasilan dan Pengeluaran agar mudah dikontrol dan sebagai gambaran serta pedoman menyusun sirkulasi uang selanjutnya :). Karena 1 rupiah aja ditanya sama Allah.

HUTANG

1.Hutang produktif

2. Hutang komsumtif

Motif berhutang: Penghasilan kurang, Gaya hidup, Gengsi, Investasi. Boleh hutang asalkan : 1) Kebutuhan yang mendesak, 2) Barang yang Produktif 3) Bisa membuat kita makin produktif 4) Barang yang Makin meningkat nilainya.

Bagaimana mengelola pengeluaran

>> Lakukan financial check up (aset, liabilitas, pendapatan, pengeluaran)

>> Kenali perilaku finansial anda dan keluarga

>> Komunikasi dan sikap terbuka

>> Catat, catat, catat

>> Susun harapan individu dan harapan bersama

>> Susun rencana stratgis

>> Komitmen pada rencana

>> Evaluasi periodik

Tangan yang kita pakai, mata yang kita gunakan, kaki untuk berjalan mencari rizki yang kita gunakan adalah milik ALLAH SWT, maka sudah sepatutnya lah kita memberikan hak-hak Allah melalui zakat, infak, wakaf, sedekah, dll. Semua yang kita sebut sebagai “hak-hak Allah” ini nantinya pada hari akhir, adalah yang akan menjadi milik kita. Harta kita bukan yang kita pegang saat ini, tetapi harta kita adalah yang sudah kita zakatkan, sedekahkan, infakkan, wakafkan dengan ikhlas karenaNya.

Semoga Allah berikan balasan terbaik melebihi apa yang telah kita berikan pada Allah ♡ Allahu’alam bis shawwab. Semoga berkah, bermanfaat dan menginspirasi. Semoga menambah keimanan kita padaNya.

 

Karena kami tidak hanya memberikan informasi, namun senantiasa berusaha untuk menginspirasi.

sumber gambar : http://www.cricpa.com/Article%203%20Insert%20-%20Debt%20Payoff%20Recs.jpg

 

About Masjid

One Comment on “Memahami dan Menerapkan Manajemen Keuangan Rumah Tangga Muslim yang Diberkahi Allah

Leave a Reply

Your email address will not be published.

We usually reply with 24 hours except for weekends. All emails are kept confidential and we do not span in any ways.

Thank you for contacting us :)

Enter a Name

Enter a valid Email

Message cannot be empty

Open chat
X