Khutbah Sholat Jumat – Ustadz Bastian Zulyeno (26 Februari 2021)

By On Wednesday, March 03 rd, 2021 · no Comments · In

الْحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ، وَبِفَضْلِهِ تَتَنَزَّلُ الْخَيْرَاتُ وَالْبَرَكَاتُ، وَبِتَوْفِيْقِهِ تَتَحَقَّقُ الْمَقَاصِدُ وَالْغَايَاتُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّااللهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لَانَبِيَّ بَعْدَهُ. اللهم صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ المُجَاهِدِيْنَ الطَّاهِرِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا آيُّهَا الحَاضِرُوْنَ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ، وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى

Puji dan syukur senantiasa kita panjatkan kepada Allah SWT atas segala rahmatNya yang dilimpahkan kepada kita semua, sehingga kita dapat beribadah mengabdi kepadaNya setiap waktu demi menggapai ridla-Nya.
Dalam kesempatan yang mulia ini, marilah kita terus menerus berusaha meningkatkan kualitas ketakwaan kita kepada Allah SWT; takwa dalam arti yang sebenar-benarnya. Semoga Allah SWT menempatkan kita semua pada derajat yang Dia ridhoi, di dunia dan di akhirat. Amin yaa rabbal ‘alamin.

 

Kaum muslimin jamaah sholat jumat yg dimuliakan Allah swt.

Dalam surat al baqarah ayat 164 Allah swt berfirman:

انَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَالْفُلْكِ الَّتِي تَجْرِي فِي الْبَحْرِ بِمَا يَنْفَعُ النَّاسَ وَمَا أَنْزَلَ اللَّهُ مِنَ السَّمَاءِ مِنْ مَاءٍ فَأَحْيَا بِهِ الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا وَبَثَّ فِيهَا مِنْ كُلِّ دَابَّةٍ وَتَصْرِيفِ الرِّيَاحِ وَالسَّحَابِ الْمُسَخَّرِ بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَعْقِلُونَ

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.

Kata aayaatun dalam ayat tersebut adalah bentuk jamak dari kata ayatun, dalam kamus Hans Wehr, kata ayah dimaknai dengan “sign”, token, mark atau tanda. Dari sisi konteksnya kata ayah sering kali diartikan sebagai ”susunan kata yang membentuk satu kalimat atau lebih dalam setiap surat dalam al Quran.  Dari sini muncullah istilah al ayatul qouliyah dan al ayatu kauniyyah. Kata lain yang merujuk dari kata ayatun adalahl alamatun.

Sebagaimana halnya alamat atau tanda dia tidak merujuk pada dirinya sendiri, tetapi dia merujuk selain dirinya, atau merujuk kepada apa yang dia tuju.

Tuhan, manusia dan dunia adalah tiga pilar pemikiran manusia yang telah mengangkat pertanyaan penting dan mendasar sepanjang sejarah dan di semua masyarakat, dan semua usaha intelektual manusia berusaha menemukan jawaban yang tepat untuk pertanyaan mereka.

Hubungan antara mikrokosmos (jagat raya) dan makrokosmos (manusia) serta modus alam mempengaruhi manusia dan sifat pengaruhnya itu akan selalu menarik untuk  dikaji. Konsep yang diusung oleh Imam Ghazali mengenai hierarki tiga alam: mulk, jabarut dan malakut yang terdapat sekaligus mikrokosmos dan makrokosmos. Alam Mulk di mikrokosmos merupakan dimensi lahir yang dapat dirasakan oleh pancaindera, sedangkan alam malakut adalah sebaliknya dimensi batin rohani yang tidak dapat dirasakan bahkan diduga sekalipun oleh pancaindera. Adapun alam jabarut berguna menjembatani antara mulk dan malakut sebagai dimensi yang hanya dimiliki tuhan. Sedangkan menurut pengikut aliran Ibn Arabi Malakut disebut sebagai alam yang ke-dua dan Jabarut sebagai alam yeng ke-tiga, alam-alam tersebut ditambah dengan alam yang ke-empat yang paling tinggi adalah Lahut adalah zat tuhan yang menjadi inti wujud manusia yang paling hakiki dan mendalam

 

Jamaah shalat Jumat rahimakumullah,

Dalam banyak literartur tasawuf disebutkan bahwasanya Tuhan menciptakan manusia dalam tiga macam kelompok. Kelompok pertama kelompok malaikat yang hanya dianugerahi akal dan ketaatan kelompok ini tidak mengenal khianat, syahwat dan maksiat. Kelompok ke dua adalah binatang yang hanya tahu makan dan bahan makanan. Kelompok ke tiga adalah manusia kelompok yang sangat spesial dan unik yang bathinnya memiliki dua sisi, setengah hewan dan setengah lagi malaikat yang dipundaknya juga memikul amanah, karena keunikan ini akhirnya beban amanah itu dipikulkan kepada pundak manusia. Dalam bathin kelompok  malaikat dan hewan ini  tidak pernah ada peperangan, tetapi dalm bathin wujud manusia selalu terjadi konflik antara baik dan yang menolak kebaikan. Lantas bagaimana perbedaan  wujud manusia dan jin. Manusia adalah makhluk yang sangat komplek dan rumit begitu juga jin wujud yang tersembunyi dan penuh rahasia, akan tetapi manusia lebih kuat daripada jin karena manusia dapat menyembunyikan keadaan bathinnya dari orang-orang sekelilingnya. Bisa menyembunyikan perasaan bahkan dapat menunjukkan sikap dan kondisi yang berlawanan dari bathinnya. Manusia memilki sensitifitas yang juga mampu disembunyikan dari dirinya sendiri. Hubungan antara zhahir dan bathin manusia seperti pulau di tengah lautan luas. Daratan pulau tampak jelas di tengah-tengah laut tapi ada bagian yang lebih besar dan dalam yang tidak tampak. Daratan yang tampak jelas itu bukan asli kepribadian kita, asli kita tersembunyi dengan berbagi macam jenis yang kadang kita sendiri tak menyadarinya.

Adapun tentang kehidupan, ada tiga pandangan berbeda mengenai kehidupan yang biasa termaktub dalam literatur agama. Pandangan pertama adalah memandang kehidupan dengan mata negatif mutlak, pandangan kedua melihat dengan datar dan hanya zhahiiriyah dan pandangan ketiga melihat kehidupan dengan sebenarnya sebagai realitas. Pandangan pertama objek pandangannya adalah dunia yang penuh fitnah dan semua yang ada di langit dan bumi berputar dan mengeluarkan fitnah. Orang-orang yang masuk dalam kelompok ini menganalogikan dunia seperti dapur panas yang di dalamnya api dari kompor-kompor menyala  dan setiap orang masuk ke sana dengan tujuan mencari makanan yang mana antara satu materi dan materi yang lain saling berdekatan, mata menjadi merah dan berair dari panasnya api, dada menjadi sesak dan batuk hingga harus meninggalkan dunia dapur. Koloni manusia baru terlahir kisah ini pun akan terus terulang. Inilah kelompok orang yang melihat kehidupan sebagai objek negatif mutlak. Pandangan ke dua adalah pandangan dangkal dan datar terhadap dunia yang melihat dunia hanya tempat hidup, makan, minum dan istirahat. Orang yang menganut pandangan ke dua ini hanya ingin hidup yang terbatas pada kebahagiaan dan kenikmatan saja. Dan pandangan yang ke tiga adalah pandangan yang sebenarnya terhadap kehidupan.

Kehidupan bukanlah seperti pendapat pertama yang melihat kehidupan dunia dengan negatif mutlak bukan juga seperti pendapat ke dua yang hanya mencari kesenangan dan kenikmatan semata, akan tetapi lebih cenderung pada pandangan ke tiga yang melihat dunia lebih kepada hakikat tidak kepada realitas semu. satu sisi menganggap kematian dan kesedihan adalah kreasi kehidupan dan dari sisi lain melihat pada kebahagian hidup, tetapi ke dua sisi ini dan seluruh isi alam adalah hakikat hidup yang wajib diperhatikan melalui media cinta. Kesedihan dan atributya adalah milik semua manusia dan yang penting tidak boleh menyerah menghadapi kesedihan.

Dunia dan kehidupan adalah rangkaian perjalanan menuju kesempurnaan dimana manusia merubah semua kelemahannya menjadi kesempurnaan yang cemerlang demi sampai kepada tujuan hidup yang sebenarnya. “aku adalah hamba dari yang belum pernah aku lihat” Dunia ini adalah dunia penuh wajah, bukan saja dunia materi tetapi juga dunia immateri. Tuhan wajah tanpa wajah dan dunia ini adalah wajah-wajah yang bersumber dari mata air dunia sana yang tak berwajah. Hubungan alam ini dan tuhan adalah hubungan antara wajah dan tanpa wajah.

Lantas bagaimana wajah tanpa wajah bisa tampak, ini salah satu dari rahasia alam dan salah satu dari rahasia itupun bisa kita ketahui sedikit saja atau tidak mungkin membuka seluruh tabir. Karena kita adalah wujud yang berasal dari eksistensi yang tak bertepi, disinilah batas wilayah fisik dan metafisika yang merupakan area rahasia yang menghubungkan antara ruh dan jasad atau hubungan antara makrokosmos dan mikrokosmos atau yang lebih spesifik lagi adalah hubungan antara wajah dan tak berwajah. Dan yang dimaksud dengan tak berwajah adalah yang tidak bisa di katagorikan dalam wujud apapun karena sebenarnya tuhan adalah lebih dari semua wujud dan semua wujud ada di tengah-tengah wujudnya. Kalau kita menggambarkan tuhan lebih dari ini berarti kita telah membatasi wujud tuhan.

surat Arrahman ayat 26-27 “kullu man a’laiha fani wa yabqa wajhi rabbika dzul jalali wal ikram”.

Semua yang ada di bumi itu akan binasa Dan tetap kekal Wajah Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan.

Ketika kita berbicara tentang cinta ilahi, bukanlah cinta yang tadinya benci kemudian menjadi suka atau cinta yang memilki lawan kata yaitu benci, tetapi sifat yang berbeda yang tidak memiliki paradoks dan konflik keragaman kata dan bilangan. Jika ketika kita berbicara tentang keesaan bukanlah keesaan yang berasal dari banyak kesatuan atau integritas kesatuan karena jika berasal dari banyak bilangan berarti tuhan adalah esa dari tunggal yang berbilang dan tuhan bukan kesatuan yang berbilang non numerical unity.

 

Sidang jumat yang dimuliakan Allah swt:

Dari berbagai keterangan di atas tentang manusia dan kehidupan, lalu bagaimana dengan kehidupan yang saat ini tengah kita jalani dan hadapi. Kita tahu bahwa semua orang di dunia menderita karena bencana atau panemi ini. Penyakit yang menyebar tidak hanya mempengaruhi tubuh manusia tetapi juga seluruh kehidupan masyarakat dan telah menghancurkan banyak sarana kedamaian dan kenyamanan manusia.

Krisis ini tidak lagi menjadi krisis dalam bidang kesehatan semata tapi sudang menyebar ke hampir semua sisi kehidupan, baik social, ekonomi, politik, budaya bahkan ikut menyelinap dan mempengaruhi kehidupan beragama seperti pemberhentian pelaksanaan haji dan ditutpnya masjid-mesjid dari ibadah yang bersifat jamaah.

Korona telah menantang kemampuan dan pengetahuan manusia, korona yang telah menantang seluruh dunia ini beratnya kurang dari 1 gram; Tetapi manusia telah membuktikan ketidakberdayaannya dan ikut menyaksikan ketidakberdayaan dan ketidaktahuannya sendiri. Ilmu kedokteran dengan segala kemajuannya dalam pengobatannya, dengan segala upaya tenaga kesehatan; Telah ditantang. Siapa kekuatan sebenarnya? Siapakah Bijaksana Sejati? Siapakah penyembuh yang sebenarnya?

Siklus perubahan sosial jarang terbatas pada satu bidang Ekonomi dan pasar bukan tidak terkait dengan budaya dan seni atau politik. Agama tidak akan dikesampingkan dari lingkaran ini.

Dunia kita telah mengalami epidemi mematikan selama berabad-abad terakhir: wabah penyakit; Kolera; antraks; Flu Spanyol; Dan banyak infeksi virus dan bakteri lainnya, beberapa di antaranya telah membunuh jutaan populasi dunia.

Lebih dari satu abad telah berlalu sejak wabah flu Spanyol, dan krisis Corona telah menunjukkan bahwa, meskipun kemajuan yang menakjubkan dalam bidang virologi, kedokteran, genetika dan kesehatan, manusia masih rentan terhadap penyakit tersebut.

 

Agar umat Islam terhindar dari berbagai kerusakan sekaligus menjaga kehormatannya di dalam menjalankan kehidupan di dunia ini di tengah masyarakat luas, maka dibutuhkanlah filosofis dan hikmah dibalik tujuan menjalankan syariah yang di dalam literatur ajaran Islam disebut dengan maqashid as Syari’ah (مقاصد الشریعة )

Untuk memenuhi tujuan tersebut disusunlah lima perkara pengawalan umat Islam (Dharuriyyatul Khams) agar dijalankan dan dijaga. Menjaga kelima hal tersebut adalah penting adanya guna mencapai kehidupan yang mulia dan bahagia. Sebagaimana Islam datang untuk melindungi dan menjaga umatnya, sehingga masyarakat muslim dapat hidup aman, harmonis dan damai di dunia ini.

Umat Islam adalah bangunan yang terdiri dari berbagai macam suku bangsa dan latar belakang. Bangunan tersebut akan menjadi kokoh dan kuat jika sendi-sendi dalam bangunan tersebut didirikan dengan saling menopang kuat, sehingga masing-masing komponen dari konstruksi tersebut saling menguatkan, karena umat Islam adalah kesatuan badan yang apabila salah satu organnya sakit maka anggota badan lain juga akan merasakannya.

Kelima hal penting dalam tujuan bersyariah dan perintah agama tersebut akan terus terjaga bila dilaksanakan dan dilestarikan oleh umat Islam. Kondisi pandemi dari wabah Covid-19 yang menyebar hampir ke seluruh dunia dapat dijadikan contoh bagaimana maqashidu as syari’ah berperan dalam menjaga kelangsungan umat manusia, penerapan maqashidu as syari’ah menjadikan umat muslim untuk taat kepada aturan-aturan yang mengharuskan menjaga jarak di setiap aktifitas dari mulai dibatasinya aktifitas ibadah berjamaah, larangan mudik, shaf yang diberi jarak dan lain sebagianya. Adapun Kelima hal tersebut adalah:

  • Menjaga Agama ( لدينI حفظ )

Dalam sejarah manusia setiap umat ada masalah besar yang menghadapinya, untuk itu pula Tuhan mengutus seorang nabi pada setiap umat. Seperti firmannya dalam al-Quran: “Dan sungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah thaghut itu”, maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu dimuka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul)”.
Menjaga agama bukan berarti menjaga agama itu sendiri melainkan menjaga agama seseorang. Menjaga agama dapat dilakukan dengan cara: membangun keyakinan yang benar serta memperkuatnya, menjaga ritual-ritual ibadah wajib, berperilaku dengan perilaku prinsip dasar Islami seperti jujur, amanah dan ikhlas dan terakhir adalah mentaati kewajiban perintah agama.

 

  • Menjaga Akal (حفظ العقل)

Jika diperhatikan lebih seksama bahwasanya akal bukanlah anggota dari organ tubuh, tetapi hadir dalam tindakan tubuh. Organ ini yang terkait dengan kecerdasan, otak, dan indra, yang dibantu oleh instrumen persepsi, seperti telinga, mata, pengecap, sentuhan, dan sistem saraf, yang bertanggung jawab untuk berkomunikasi antara instrumen ini dan otak. Memelihara kesucian akal berarti menjaga kesehatan otak dan indera serta sistem saraf. Selain memelihara sistem material dalam tubuh manusia, memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan bagi akal untuk menjalankan tugasnya, yang tentunya tidak terbatas pada masalah ideologis dalam ajaran Islam seperti yang tertulis dalam al-Quran bahwasanya akal adalah penuntun tindakan dalam menjalankan setiap keputusan dalam hidup dan melihat tanda-tanda kebesaran Tuhan.

 

  • Menjaga Jiwa (حفظ النفس)

Jaminan keamanan jiwa pada manusia adalah upaya untuk mencegah tindak kejahatan seperti pemerkosaan, meghilangkan nyawa orang lain, bunuh diri dan lain sebagainya, termasuk jaminan memenuhi kebutuhan jiwa seperti makanan, minuman, sandang, papan, pencegahan wabah dan penyakit menular serta kondisi yang mengancam jiwa manusia, seperti kebakaran, tenggelam, keracunan, kecelakaan lalu lintas, tersengat listrik, radiasi berbahaya, dan lain-lain. Terdapat beberapa faktor Untuk menjamin agar tujuan ini (hifz an nafsi) tercapai di antaranya adalah dengan cara menjamin kebebasan dan kehormatan individu. Tuhan memberikan keistimewaan kepada manusia dibanding makhluk yang lain. Manusia selain membutuhkan makanan juga butuh minuman hal ini karena manusia bukan skedar makhluk materi tetapi ada juga wujud bathin yang menyertainya. Oleh karena itu untuk menjaga bathin atau jiwa tadi bukanlah perkara mudah.

  • Menjaga Harta (حفظ المال)

Maksud dari menjaga harta adalah harta setiap individu, keluarga dan umat yang sudah atau yang akan dimilikinya. Dalam pandangan Islam dimulai dengan meyakini bahwa semua harta tersebut adalah kepunyaan Allah swt dan manusia sebagai makhluk Tuhan berhak memilkinya selama ia masih hidup. Kepemilikan harta adalah tugas sosial dan bukan hak mutlak dan akan mendapatkan hal tersebut harus dengan cara usaha dan kerja, karena berusaha dan bekerja juga bukan hanya untuk memenuhi kehidupan sehari-hari semata, melainkan untuk keberlangsungan kehidupan di dunia. Di dalam ajaran Islam untuk mendapatkan harta ada ketentuan-ketentuan khusus yang mengaturnya seperti hukum jual beli, simpan-pinjam, sewa-menyewa, perjanjian kerja, warisan dan lain sebagainya. Di samping itu juga Islam mengatur hal-hal yang mencegah manusia mendapatkan harta dari jalan yang dilarang dan merugikan hak orang lain.

 

  • Menjaga Keturunan (حفظ النسل)

Berkembang biak dan menghasilkan keturunan adalah kemampuan dan sunnatullah yang diberikan Tuhan kepada makhluk hidup, baik manusia, hewan dan tumbuhan. Hubungan antar dua orang laki-laki dan perempuan dapat menghasilkan keturunan. Tujuan syariah dalam hal ini adalah untuk menjaga keturunan. Untuk melaksanakan tujuan dari syariat ini maka Islam melarang hubungan sejenis dan melarang juga menggugurkan janin tanpa sebab yang dibolehkan agama. Perhatian ajaran Islam dalam ikatan keluarga sangat tegas dalam hal menjaga keturunan. Hakikatnya keluarga adalah sekolah pertama bagi individu sebelum terjun ke tengah-tengah masyarakat

بَارَكَ الله لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هذا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

 

Khutbah II

اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا

اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

 

اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ.

عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ

 

 

 

 

About Masjid

Leave a Reply

Your email address will not be published.

We usually reply with 24 hours except for weekends. All emails are kept confidential and we do not span in any ways.

Thank you for contacting us :)

Enter a Name

Enter a valid Email

Message cannot be empty

Open chat
X