Thursday , 25 May 2017
PESIAR UI 1436 H
You are here: Home 5 Kajian Rutin 5 Sirah Perang Badar
Sirah Perang Badar

Sirah Perang Badar

Bersama: Ustadz, Ust. Muhsinin Fauzi, Lc., MM

Jumat, 10 Juli 2015

Aula Utama Masjid Ukhuwah Islamiyah, UI Depok

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Perang badar terjadi dua tahun setelah kaum muslimin hijrah menuju kota madinah. Peristiwa ini terjadi bertepatan pada bulan ramadhan. Perang ini merupakan perang yang dilakukan pertama kali oleh kaum muslimin yang dilakukan antara kaum muslimin dan kaum Kafir Quraisy. Hari terjadinya peristiwa tersebut disebut dengan Yaum Al-Furqan (hari pembeda) karena pada waktu itu, Allah, Dzat yang menurunkan syariat Islam, hendak membedakan antara yang haq dengan yang batil. Di saat itulah Allah ingin mengangkat derajat kebenaran dengan jumlah kekuatan yang terbatas dan merendahkan kebatilan meskipun jumlah kekuatan kaum kafir Quraisy 3 kali lipat lebih banyak daripada kaum muslimin. Allah menurunkan pertolongan yang besar bagi kaum muslimin dan memenangkan mereka di atas musuh-musuh Islam.

✨[Latar Belakang Perang Badar]✨

Perang badar ini bermula ketika kaum muslimin diusir oleh penduduk kafir Quraisy. Selain diusir, harta benda kaum muslimin juga dirampas. Sehingga akhirnya kaum muslimin hijrah ke kota madinah.

Suatu ketika terdengarlah kabar di kalangan kaum muslimin Madinah bahwa Abu Sufyan beserta kafilah sedang melakukan perjalanan perdagangan dari Syam menuju Mekah. Jalan yang mudah dan terdekat dari Syam menuju Mekah harus melewati Madinah. Kesempatan ini dimanfaatkan oleh Nabi Muhammad SAW dan para sahabat untuk merampas barang dagangan mereka, sebagai ganti rugi harta kaum muslimin yang dirampas oleh kaum kafir Quraisy ketika meninggalkan mekah.

Selanjutnya Nabi Muhammad SAW berangkat bersama tiga ratus sekian belas sahabat. Sementara di sisi lain, orang kafir Quraisy ketika mendengar kabar bahwa kafilah dagang Abu Sufyan meminta bantuan, dengan serta merta mereka menyiapkan kekuatan mereka sebanyak 1000 pasukan, berangkat menuju madinah dengan penuh kesombongan dan pamer kekuatan di bawah pimpinan Abu Jahal.

Nabi Muhammad SAW bersama para sahabat keluar dari Madinah dengan harapan dapat menghadang kafilah dagang Abu Sufyan. Merampas harta mereka sebagai ganti rugi terhadap harta yang ditinggalkan kaum muhajirin di Makah. Namun ternyata Nabi Muhammad Saw dan para sahabat tidak bertemu dengan Abu sofyan, karena ternyata Abu sofyan mencari jalan lain & berhasil mengirimkan surat kepada kaum Kafir Quraisy untuk meminta bantuan. Ketika kaum muslimin berharap harta rampasan ternyata Allah berkehendak lain, Allah SWT menakdirkan agar pasukan tauhid yang kecil ini bertemu dengan pasukan kesyirikan, yaitu yang dipimpin oleh Abu Jahal. Allah ingin menunjukkan kehebatan agamanya, merendahkan kesyirikan.

Q. S. Al Anfal : 07

وَإِذْ يَعِدُكُمُ اللَّهُ إِحْدَى الطَّائِفَتَيْنِ أَنَّهَا لَكُمْ وَتَوَدُّونَ أَنَّ غَيْرَ ذَاتِ الشَّوْكَةِ تَكُونُ لَكُمْ وَيُرِيدُ اللَّهُ أَنْ يُحِقَّ الْحَقَّ بِكَلِمَاتِهِ وَيَقْطَعَ دَابِرَ الْكَافِرِينَ

“Dan (ingatlah), ketika Allah menjanjikan kepadamu bahwa salah satu dari dua golongan (yang kamu hadapi) adalah untukmu, sedang kamu menginginkan bahwa yang tidak mempunyai kekekuatan senjatalah yang untukmu, dan Allah menghendaki untuk membenarkan yang benar dengan ayat-ayat-Nya dan memusnahkan orang-orang kafir.”

Setelah Abu Sofyan berhasil kabur dari kejaran pasukan kaum muslimin, dia langsung mengirimkan surat kepada pasukan Mekah tentang kabar dirinya dan meminta agar pasukan Mekah kembali pulang. Namun pasukan kesyirikan enggan menerima tawaran ini.

Ketika Nabi Muhammad SAW merasa yakin bahwa yang nantinya akan ditemui adalah pasukan perang dan bukan kafilah dagang Abu Sofyan, beliau mulai cemas dan khawatir terhadap keteguhan dan semangat para sahabat. Beliau sadar bahwa pasukan yang akan beliau hadapi kekuatannya jauh lebih besar dari pada kekuatan pasukan yang beliau pimpin. Akhirnya, untuk menghilangkan kecemasan itu, beliau bermusyawarah dengan para sahabat, untuk memastikan sikap yang harus dipilih: -tetap melanjutkan perang apapun  kondisinya, ataukah -kembali ke madinah.

Majulah Al Miqdad bin ‘Amr seraya berkata, “Wahai Rasulullah, majulah terus sesuai apa yang diperintahkan Allah kepadamu. Kami akan bersamamu. Demi Allah, kami tidak akan mengatakan sebagaimana perkataan Bani Israil kepada Musa: ‘Pergi saja kamu, wahai Musa bersama Rabb-mu (Allah) berperanglah kalian berdua, kami biar duduk menanti di sini saja. [1]’” Kemudian Al Miqdad melanjutkan: “Tetapi pergilah engkau bersama Rabbmu (Allah), lalu berperanglah kalian berdua, dan kami akan ikut berperang bersama kalian berdua. Demi Dzat Yang mengutusmu dengan kebenaran, andai engkau pergi membawa kami ke dasar sumur yang gelap, kamipun siap bertempur bersama engkau hingga engkau bisa mencapai tempat itu.”

Kemudian Nabi Muhammad SAW memberikan komentar yang baik terhadap perkataan Al Miqdad dan mendo’akan kebaikan untuknya. Setelah itu beliau terdiam….

Sampai akhirnya majulah Sa’ad bin Muadz RA, komandan pasukan kaum anshar.

Sa’ad mengatakan, “Kami telah beriman kepada engkau. Kami telah membenarkan engkau. Andaikan engkau bersama kami terhalang lautan lalu engkau terjun ke dalam lautan itu, kami pun akan terjun bersama engkau….” Sa’ad Radhiyallahu ‘anhu juga mengatakan, “Boleh jadi engkau khawatir, jangan-jangan kaum Anshar tidak mau menolong engkau kecuali di perkampungan mereka (Madinah). Sesungguhnya aku berbicara dan memberi jawaban atas nama orang-orang anshar. Maka dari itu, majulah seperti yang engkau kehendaki….”.

Terjadilah baiat antara Nabi Muhammad SAW dengan kaum Anshar, bahwa kaum Anshar akan menjamin keselamatan Nabi Muhammad  SAW, dan sebagai balasan kepada kaum anshar, Rasul mengatakan bahwa kaum anshar akan mendapat surga.

Maka Nabi SAW sendiri yang memimpin pasukan muslim yang berjumlah 300 orang berhadapan dengan pasukan Quraisy yang dipimpin oleh Abu Jahal yang berjumlah 1000 orang.

Saat Nabi SAW telah sampai di dekat Badar, hal pertama yang dilakukannya mencari posisi paling strategis yang letaknya dekat dengan sumber air, dan merusak sumber air lainnya agar tidak dapat digunakan oleh musuh atas saran dari sahabat, Habab bin Munzir.

Pada malam itu, malam jum’at 17 Ramadhan 2 H, Allah SWT menurunkan rahmat-Nya atas kaum muslim dengan menurunkan hujan rintik-rintik yang membasahi perkemahan kaum muslim dan menidurkan seluruh pasukan muslim, sementara itu di perkemahan kaum Quraisy diturunkan hujan lebat yang membuat kemah mereka basah dan tanah menjadi becek.

Sedangkan Nabi Muhammad SAW lebih banyak mendirikan shalat dan berdoa. Rasulullah SAW senantiasa memanjatkan do’a kepada Allah. Memohon pertolongan dan bantuan dari-Nya.

Jumat pagi, Pagi harinya, Perang diawali dengan duel tiga-lawan-tiga, perwakilan umat Islam adalah Ali bin Abi Thalib, Hamzah dan Ubaidah bin Harits. Mereka berhasil menang dalam duel tersebut, Ali (yang pada saat itu masih berusia 20tahun) dan Hamzah dengan cepat berhasil membunuh lawannya. Sementara Ubaidah menderita luka yang menyebabkannya wafat.

Nabi SAW mempersiapkan pasukan muslim berbaris untuk melancarkan serangan pertama, sebelumnya Nabi SAW menengadahkan kedua tangannya kelangit dan berdoa : “Ya Allah, jika Engkau membinasakan pasukan Islam saat ini, maka tidak ada lagi yang akan beribadah kepada-Mu di muka bumi ini”. (HR. Muslim)

Dalam perang badar ini kaum muslimin dengan jumlah pasukan 300 & atas pertolongan Allah SWT, yaitu salah satunya dengan mengirimkan 1000 malaikat, akhirnya mengalami kemenangan.

Pelajaran penting yang dapat diambil dari Sirah Perang Badar :

1. Hukum sebab akibat. Dalam berdakwah meskipun janji dari Allah SWT akan ada kemenangan, tetapi dalam teknisnya berdakwah harus senantiasa taat kepada Allah SWT dan taat kepada hukum-hukum Allah. Ada strategi, kecerdasan akal, dan akomodasi.

Perang badar dihitung secara hitung-hitungan akan menang. Perang ini terjadi pada tahun ke-6 kenabian. 2 tahun setelah hijrah dari mekah.

Pada saat di mekah kompetensi muslim belum sepadan dengan orang kafir, kafir Quraisy banyak, muslim belum punya siapa-siapa, kemudian pindah ke madinah, kewajiban hijrah, membina 1 tahun, konsolidasi mental. Siang malam dibimbing Rasul. Komitmen, ibadah kuat. Kita sebagai muslim tidak boleh berhadapan dengan kebatilan jika tidak yakin menang, kalau siap berhadapan berarti harus yakin menang. Bukan kekerdilan atau rasa takut tapi itu strategi.

Di dalam kemenangan didukung kompetensi yang lebih daripada yg menguasai kebatilan. Strategi apakah lebih baik, SDM muslim lebih baik?

Badar menang?

Hamzah, sebelum menjadi muslim, tidak tertandingi

Ali seorang anak muda yang gesit,

Rasul mendapat SDM yang handal.

Mendapat dua org yang luar biasa.

Rasulullah punya strategi yang bagus, SDM yang handal.

Dalam perang badar ini Muslim memiliki misi untuk menegakkan agama Allah SWT, sedangkan orang kafir dalam perang ini memiliki misi untuk balas dendam.

2. Dasar utamanya adalah bagaimana Allah memberikan pertolongan. Allah SWT mengizinkan kemenangan dengan dua syarat:

– taat terhadap hukum Allah dalam syariat

– Taat di alam semestanya.

Panglima perang yang cerdas, pintu utamanya, yaitu mengupayakan bagaimana Allah akan menolong?

Kisah Muhammad Al Fatih menaklukkan konstantinopel tidak hanya sekadar kompetensi perang, tetapi juga ketaatan kepada Allah SWT, dekat dengan Allah SWT. Sampai terpilih yang terbaik. Menjadi orang yang pantas ditolong. Menjadi pasukan yang dekat dengan Allah SWT.

Pertolongan Allah :

– Kepastian mendapat kemenangan Allah SWT.

3. Percepatan persiapan perang.

Rasul menyiapkan perang itu, mengambil. Rasul punya kemampuan mempersiapkan segala sesuatu dengan cepat dan tepat.

Kecepatan melakukan tindakan. Perang badar cuma satu kali pidato.

4. Para sahabat mengambil peran sangat baik di setiap perang. Kreativitas dan ketaatan harus sejalan. Para sahabat sadar bahwa dakwah ini bukan milik satu dua orang, maka semua harus mengambil peran. Para sahabat menunjukkan kreativitas dan loyalitas dalam perang badar.

5. Rasul menjadi sosok pemimpin yang luar biasa. Beliau mendengarkan masukan dari orang-orang dan mengambil keputusan paling bijaksana. Rasulullah adalah orang yang paling banyak meminta pendapat orang lain dan mengambil yang paling baik.

Perang super besar. Lahir komunitas. Sehingga akhirnya islam berkembang.

[Tanya-Jawab]

1. Perang Badar apakah perintah Allah SWT?

Sebelum shubuh?

Yang ikut perang?

Hitungannya menang? turunnya malaikat kapan?

Berapa kali rasul membunuh kaum kafir ?

Jawab :

– Dalam perang badar bermula ketika hartanya dirampas di mekah, dan kaum muslimin diusir dari mekah.

– Kaum anshar dan kaum muhajirin ikut berperang utk menegakkan agama Allah swt.

Rasul bergerak tengah malam, setelah musyawarah.

– Orang-orang munafiq sudah ada sebelum nabi hijrah ke madinah, hanya saja orang munafiq belum tampak sebelum perang badar.

– Di Madinah, Rasul mengambil alih kepemimpinan. Situasi madinah beda dengan mekah. Di Madinah seperti orang jawa, dia bisa iya atau tidak, munafiq. Hikmahnya Allah lahirkan islam di mekah, “clear” kalau suka didukung. Kalau tidak ya akan dibunuh.

– Pertolongan  dari Allah datang di pagi hari, sebelum perang.

– Belum ada sirah yang secara jelas menjelaskan bahwa rasul membunuh berapa orang.

2. Sebagai generasi sekarang apa yang bisa kita lakukan ?

Jawab : Fiqihnya, punya waktu belajar peta dakwah sekarang, punya akses informasi yang terpercaya. Nabi tahu peta orang kafir, orang kafir tidak tahu peta Nabi. Sekarang terbalik.

  1. Kalau ada orang ngomong, kita pelajari petanya kemana?
  2. Memahami konteks indonesia supaya kita paham, tidak sekadar ikut-ikutan.
  3. Mempelajari strategi, akan saling menguatkan. Rasul itu orang yang benar sejak awal, Al amiin, jujur sejujur-jujurnya.

Jangan keluar koridor. Berikutnya paham betul budaya, sosiologi masyarakat indonesia orang timur, tidak suka friksi. Indonesia tidak suka budaya ngotot.

✨Closing Statement✨

2 point dari perang badar :

1  perang sebagai momen pemisah, memisahkan yang batil dan haq.

  1. Banyak pelajaran penting, jika dibahasakan menjadi bahasa strategi sekarang. Diaplikasikan pada konteks sekarang, maka akan menjadikan islam jaya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Bookmaker bet365 review by ArtBetting.co.uk

Bookmaker bet365 review by ArtBetting.gr

Germany bookmaker bet365 review by ArtBetting.de

Premium templates by www.bigtheme.net free download.

Online bookmaker Romenia betwin365.webs.com

Scroll To Top