Sunday , 25 June 2017
PESIAR UI 1436 H
You are here: Home 5 Al Qur'an dan Science 5 “Menyingkap Mukjizat Al Qur’an tentang Penciptaan Alam Semesta dan Peristiwa Isra’ Mi’raj”
“Menyingkap Mukjizat Al Qur’an tentang Penciptaan Alam Semesta dan Peristiwa Isra’ Mi’raj”

“Menyingkap Mukjizat Al Qur’an tentang Penciptaan Alam Semesta dan Peristiwa Isra’ Mi’raj”

Bersama : Ustadz Dr. Eng. H. Yunus Daud, Dipl. Geotherm. Tech, M. Sc.

| Ahad, 3 Mei 2015 | 07.00-08.45 WIB | Aula Utama Masjid UI Depok |

Bismillahirrahmaanirrahiim..

Q. S Al Isra : 01 ]

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا ۚ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Q. S An – Najm : 1-18 ]

وَالنَّجْمِ إِذَا هَوَىٰ

Demi bintang ketika terbenam.
مَا ضَلَّ صَاحِبُكُمْ وَمَا غَوَىٰ

kawanmu (Muhammad) tidak sesat dan tidak pula keliru.
وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوَىٰ

dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al-Quran) menurut kemauan hawa nafsunya.
إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْيٌ يُوحَىٰ

Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).
عَلَّمَهُ شَدِيدُ الْقُوَىٰ

yang diajarkan kepadanya oleh (Jibril) yang sangat kuat.
ذُو مِرَّةٍ فَاسْتَوَىٰ

yang mempunyai akal yang cerdas; dan (Jibril itu) menampakkan diri dengan rupa yang asli.
وَهُوَ بِالْأُفُقِ الْأَعْلَىٰ

sedang dia berada di ufuk yang tinggi.
ثُمَّ دَنَا فَتَدَلَّىٰ

Kemudian dia mendekat, lalu bertambah dekat lagi.
فَكَانَ قَابَ قَوْسَيْنِ أَوْ أَدْنَىٰ

maka jadilah dia dekat (pada Muhammad sejarak) dua ujung busur panah atau lebih dekat (lagi).
فَأَوْحَىٰ إِلَىٰ عَبْدِهِ مَا أَوْحَىٰ

Lalu dia menyampaikan kepada hamba-Nya (Muhammad) apa yang telah Allah wahyukan.
مَا كَذَبَ الْفُؤَادُ مَا رَأَىٰ

Hatinya tidak mendustakan apa yang telah dilihatnya.
أَفَتُمَارُونَهُ عَلَىٰ مَا يَرَىٰ

Maka apakah kaum (musyrik Mekah) hendak membantahnya tentang apa yang telah dilihatnya?
وَلَقَدْ رَآهُ نَزْلَةً أُخْرَىٰ

Dan sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain
عِنْدَ سِدْرَةِ الْمُنْتَهَىٰ

(yaitu) di Sidratil Muntaha.
عِنْدَهَا جَنَّةُ الْمَأْوَىٰ

Di dekatnya ada surga tempat tinggal,
إِذْ يَغْشَى السِّدْرَةَ مَا يَغْشَىٰ

(Muhammad melihat Jibril) ketika Sidratil Muntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya.
مَا زَاغَ الْبَصَرُ وَمَا طَغَىٰ

Penglihatannya (muhammad) tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya.
لَقَدْ رَأَىٰ مِنْ آيَاتِ رَبِّهِ الْكُبْرَىٰ

Sesungguhnya dia telah melihat sebahagian tanda-tanda (kekuasaan) Tuhannya yang paling besar.

Q. S Fushshilat : 53 ]

سَنُرِيهِمْ آيَاتِنَا فِي الْآفَاقِ وَفِي أَنْفُسِهِمْ حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُ الْحَقُّ ۗ أَوَلَمْ يَكْفِ بِرَبِّكَ أَنَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ

Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al Quran itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?

Q. S Al an’am : 103 ]

لَا تُدْرِكُهُ الْأَبْصَارُ وَهُوَ يُدْرِكُ الْأَبْصَارَ ۖ وَهُوَ اللَّطِيفُ الْخَبِيرُ

“Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala yang kelihatan; dan Dialah Yang Maha Halus lagi Maha Mengetahui.”

Sebelum kita melihat Allah yg maha besar, marilah sejenak kita lihat ciptaan-ciptaan Allah yg begitu indah. Allah itu tidak bisa dicapai dengan penglihatan mata kita. Inilah satu ayat yg menunjukkan bahwa tidak bisa dicapai dengan pandangan mata, namun Allah bisa mencakup dari seluruh makhluknya.

Pekan lalu, telah dibahas batu kalau disayat tipis, kemudian dilihat , maka akan kita lihat beautiful creature, berupa partikel-partikel kecil yang bentuk, warna, struktur pembentuknya khas, dimanapun kita menjumpai mineral itu akan sama. Dan itu hanya bisa dilihat dalam mikroskop dengan beribu-ribu perbesaran.

Galaksi yg begitu besar, kita tidak bisa melihatnya dengan mata. Kita hanya bisa melihatnya dengan teleskop, dan itupun hanya terlihat goresan warna putih. Itulah mata kita, yg terbatas pandangannya.

Itulah Allah, yang menguasai seluruh makhluknya.

Sistem transportasi darah , yang begitu kecil. Yang mengantarkan oksigen ke jantung, paru-paru, otak dan seluruh tubuh. Darah bisa sampai ke otak, bayangkan jika Allah menyumbatnya sehingga darah tidak sampai ke otak, kita bisa mati karena kehabisan oksigen.

Luar biasa!!!

Kita pun harus mengimani Al Qur’an secara utuh. Karena di dalam Al Qur’an terdapat begitu banyak ilmu-ilmu tentang kehidupan. Inilah bahasa-bahasa Al Qur’an yg harus kita tingkatkan. Dan jika kita meragukan isinya maka Allah memerintahkan kepada kita, bisakah kita membuat yg semisal dengan Al Qur’an?

[Q. S Al Baqarah : 23-24 ]
َ
وَإِنْ كُنْتُمْ فِي رَيْبٍ مِمَّا نَزَّلْنَا عَلَىٰ عَبْدِنَا فَأْتُوا بِسُورَةٍ مِنْ مِثْلِهِ وَادْعُوا شُهَدَاءَكُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِين
“Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Quran yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al Quran itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar.”

فَإِنْ لَمْ تَفْعَلُوا وَلَنْ تَفْعَلُوا فَاتَّقُوا النَّارَ الَّتِي وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ ۖ أُعِدَّتْ لِلْكَافِرِينَ

“Maka jika kamu tidak dapat membuat(nya) — dan pasti kamu tidak akan dapat membuat(nya), peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir.”

[ Jarak bumi – matahari ]

Jarak Bumi dan Matahari

[ Gambar bumi di dalam tata surya ]

Tata Surya

[Tata surya di dalam galaksi bima sakti ]

galaksi-bima-sakti

Kita hidup di tengah galaksi bima sakti, bumi kita terletak diantaranya, dan itu terlihat sangat kecil. Lalu kita?
Kita itu kecil sekali, jadi jangan merasa besar. Jangan sombong terhadap Allah. Kita kecil sekali dari sisi waktu, apalagi dari sisi bentuk. Kemudian kita mau menentang Allah?
Na’udzubillahi mindzalik
Tsumma na’udzubillah

Kita jadi manusia jangan sombong, kita itu tidak ada apa2nya jika dibandingkan dengan tata surya ataupun galaksi bima sakti.

Observable Universe

Bumi tempat kita tinggal tidak ada artinya dibandingkan alam semesta.
Marilah kita mengkaji, mencari tahu dan memohon petunjuk kepada-Nya agar kita tidak menjadi orang yg sombong. Tetapi ketika kita mencari tahunya karena hanya ingin menyombongkan diri dari Allah, maka Allah tidak akan memperlihatkannya. Allah hanya akan memperlihatkan sesuai dengan iradah beliau. Yaitu orang yg ingin disukseskan Allah utk masuk surga dan dihindarkan dari neraka.

Q. S Al Qiyamah : 22-23 ]

وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ نَاضِرَةٌ

Wajah-wajah (orang-orang mukmin) pada hari itu berseri-seri.
إِلَىٰ رَبِّهَا نَاظِرَةٌ

Kepada Tuhannyalah mereka melihat.
Kita sedang berikhtiar utk masuk surga, melihat Allah akan jauh ebih indah dari semuanya.

[ Isra’ Mi’raj ]

Hal ini termasuk bukti kebesaran Allah SWT juga. Allah SWT tidak perlu ruang dan cahaya,
Ketika ditanya kapan? Jawabannya waktu
Ketika ditanya dimana? Jawabannya waktu

Karena Allah SWT yang menciptakan ruang dan waktu. Dan Allah maha berbeda dari itu.
Isra’ Mir’aj itu kehendak Allah, mukjizat untuk nabi Muhammad SAW. Suatu fenomena yg diluar hukum-hukum alam yg ada, yaitu hukum-hukum alam yg terikat ruang dan waktu.
Hukum Gravitasi, terikat hukum gravitasi yg diciptakan Allah. Sedangkan kalau nabi Muhammad SAW tidak terikat dengan hukum tersebut. Nabi Muhammad SAW diundang Allah SWT dengan undangan yg spesial, yang tidak terikat ruang dan waktu. Lalu manusia berupaya untuk menguasai alam semesta dengan berbagai upaya yg disiapkan. Allah SWT mempersilahkan kalian (manusia) menembus langit dan menembus bumi. Namun semua itu tidak bisa dicapai kecuali dengan sulthon.

Q. S Ar- Rahman : 33 ]

يَا مَعْشَرَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ إِنِ اسْتَطَعْتُمْ أَنْ تَنْفُذُوا مِنْ أَقْطَارِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ فَانْفُذُوا لَا تَنْفُذُونَ إِلَّا بِسُلْطَانٍ
“Hai masyarakat jin dan manusia, jika kalian sanggup menembus gugusan langit dan gugusan bumi, maka tembuslah, kalian tidak akan mampu menembusnya kecuali dengan “Sulthon”.

Isra’ adalah perjalanan hamba Allah (Nabi Muhammad Saw) dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsa.
Hamba (mengandung unsur jasad & ruh).
Mi’raj ini terjadi atas kekuasaan Allah swt. Sampai-sampai kaum musyrikin, mengkonfrontasi nabi, menanyakan hal-hal yg detail terkait masjid tersebut tiangnya ada berapa? padahal saat nabi diperjalankan, beliau tidak melihat secara detail.
Tiba-tiba Allah swt menampakkan masjidil Aqsa didepan Nabi. Masjidnya dihadirkan, dan Nabi bisa menjawab pertanyaan-pertantaan detail tersebut. Namun mereka tetap tidak beriman. Memang jika sudah keras hati akan susah untuk beriman.

Dalam Q. S Al-Isra : 01 terdapat kata Asra yg artinya perjalanan di malam hari, di awal malam.
Lailan artinya waktunya singkat; ukuran detik.
Ukuran Isra’ Mi’raj jangan diukur dengan waktu, karena diluar dimensi waktu dan ruang.

Hal ini sama halnya ketika pada zaman Nabi Sulaiman a.s , ada ummatnya yang mampu menghadirkan istana ratu bilqis, sebelum Nabi Sulaiman a.s mengedipkan mata.

Kejadian Isra’ Mi’raj, terjadi ditempat yg disucikan Allah (Masjidil haram). Dijalankan oleh dzat yg maha suci yaitu Allah, yang dijalankan juga merupakan hamba yg telah disucikan Allah, bergerak menuju tempat yg suci (masjidil Aqsa) kemudian menuju sidratul muntaha.
Posisi nabi Muhammad Saw lebih tinggi daripada jibril, karena jibril tidak mengantar sampai sidratul muntaha. Karena kalau melangkah sedikit, akan terbakar.

  • Masjidil Aqsa merupakan tempat yang diberkahi oleh Allah Swt. Karena disana banyak pejuang-pejuang yang tidak lekang oleh waktu, banyak penghafal Al Qur’an. Jangan melihat dari ukuran dunianya yg kecil. Tapi lihatlah dari sisi akhiratnya. Nabi Muhammad saw diperjalankan utk diperlihatkan oleh Allah untuk memperlihatkan kebesaran Allah Swt. Isra’ Mi’raj merupakan mukjizat yg diberikan Allah kepada Nabi Muhammad Saw
  • Rasulullah Saw diperjalankan setelah dakwah di mekah 10-12 tahun, dan mengalami puncak penentangan dakwah yang luar biasa dari kaum musyrikin mekah dan menghadapi musibah, yaitu kematian 2 orang yang melindungi dakwah Rasulullah Saw , pamannya Abu Thalib (org yg melindungi nabi dari kabilah-kabilah yg memusuhi nabi, walaupun tidak mengucap sahadat sampai akhir hayatnya) & khadijah (supporter rasulullah Saw yang luar biasa), karena ketika pulang ke rumah ada penghibur, ada sakinah, mawadah, warahmah sehingga dakwah nabi itu kokoh. Peran seorang istri itu sangat perlu utk mendukung gerak dakwah suami. Walau dalam kondisi berat, sulit, sedih dakwah harus tetap jalan, dan punya pijakan, ada negara yg bisa menopang, melindungi aqidah, iman, dan ibadah. Makanya perlu diwujudkan sebuah negara. Dimana? Mekah? Penentangannya luar biasa.
    Dakwah itu tidak mudah, bersyukurlah kepada para sahabat, Rasul, dan terutama kepada Allah yang telah menunjukkan kepada kita sehingga tidak tersesat.
  • Harapan utama untuk membangun basis dakwah adalah di Thaif (daerah yg berbukit2 , subur, ada benteng-benteng). Namun mengalami penentangan yg luar biasa. Sehingga peristiwa tersebut merupakan peristiwa yg sangat menyedihkan untuk beliau. Ketika sampai di negeri Thaif, beliau mendapat pertanyaan dari penduduk thaif :”Tidak adakah orang selain kamu, yg lebih bagus dari kamu ya Muhammad?”, Sungguh pertanyaan yg menyakitkan hati.

Aisyah bertanya, ya Rasulullah peristiwa mana yg membuatmu paling sedih?
Aisyah mengira peristiwa uhud yg membuatnya paling sedih. Karena pada saat itu gigi Rasulullah banyak yg patah dan sudah tidak siapa-siapa lagi, pamannya Abu Thalib & Khadijah telah meninggal.
Namun ternyata jawabannya adalah peristiwa Tha’if.
Rasulullah Saw tinggal di Thaif selama 10 hari menyampaikan dakwah kepada penduduk Thaif. Di kota Thaif ini Rasulullah menemui tokoh-tokoh dari suku Tsaqif yang berpengaruh di kota tersebut. Namun tidak seorang pun yang mengikuti ajakan Rasulullah, para pemimpin dari suku itu menolak seruan Rasulullah dengan cara yang kasar, mereka berkata kepada Rasulullah, “Keluar dari kampung kami!” Penduduk Thaif, termasuk anak-anak dan para budak, mengusr Rasulullah dengan kasar. Ketika Rasulullah berjalan keluar, beliau diikuti oleh penduduk Thaif sambil diledek dan diteriaki. Mereka juga melampari batu kepada Rasulullah hingga sandal beliau berlumuran darah. Mereka terus melempari Rasulullah dengan batu sampai beliau berlindung di sebuah kebun milik Atabah dan Syaibah, dua putra Rabiah, yang berjarak 3 mil dari Thaif. Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersembunyi di kebun itu, mereka baru berhenti dan kembali ke kampung mereka. Rasulullah bersama Zaid bin Haritsah, istirahat dan berusaha menggobati luka yang beliau alami.

Dalam kondisi sulit dan sedih, baik secara jasmani maupun rohani, Rasulullah menghadap Tuhannya dengan menyampaikan doa yang menambahkan keimanan, keyakinan dan keridhaan atas apa yang beliau alami karena berjuang di jalan Allah.

Doa Nabi Muhammad SAW ]
“Ya Allah, kepada-Mu aku mengadu akan kelemahan dan ketidak berdayaanku dalam berhadapan dengan manusia. Wahai Tuhan Yang Maha Penyayang, Engkau adalah Tuhan orang-orang yang lemah dan Engkau adalah Tuhanku. Kepada siapa Engkau serahkan aku? Apakah ke jarak yang jauh Engkau arahkan aku? Apakah kepada musuh Engkau serahkan urusanku? Jika Engkau tidak murka, maka aku tidak perduli. Akan tetapi pengampunan-Mu lebih luas bagiku. Aku berlindung dengan cahaya wajah-Mu yang menerangi kegelapan, urusan dunia dan akhirat menjadi baik berkat cahaya-Mu, dari murka-Mu dan kemarahan-Mu. Engkau berhak untuk mencela sampai Engkau ridha. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan Allah.”

Nabi mngkhawatirkan jika Allah murka. Padahal ini adalah babak-babak dakwah para nabi. Nabi mengetahui itu setelah mengalami peristiwa demi peristiwa. Lalu berdoa, apakah Allah mengabulkan?

Kisah Isra’ Mi’raj adalah kehendak Allah Swt untuk menghibur Nabi, menguatkan jiwanya. Dengan diperjalankan menuju sidratul muntaha. Sidratul muntaha , yg diliputi cahaya. Allah membuat Nabi posisinya luar biasa, karena saat perjalanan itu nabi menjadi imam para nabi.

[ Perjalanan Isra Mi’raj ]

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“ Didatangkan kepadaku Buraaq – yaitu yaitu hewan putih yang panjang, lebih besar dari keledai dan lebih kecil dari baghal, dia meletakkan telapak kakinya di ujung pandangannya (maksudnya langkahnya sejauh pandangannya). Maka saya pun menungganginya sampai tiba di Baitul Maqdis, lalu saya mengikatnya di tempat yang digunakan untuk mengikat tunggangan para Nabi. Kemudian saya masuk ke masjid dan shalat 2 rakaat kemudian keluar . Kemudian datang kepadaku Jibril ‘alaihis salaam dengan membawa bejana berisi khamar dan bejana berisi air susu. Aku memilih bejana yang berisi air susu. Jibril kemudian berkata : “ Engkau telah memilih (yang sesuai) fitrah”.

“Dan sesungguhnya nabi Muhammad telah melihatJibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain, yaitu di Sidratul Muntaha. Di dekatnya ada surga tempat tinggal, (Muhammad melihat Jibril) ketika Sidratull Muntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya. Penglihatannya (Muhammad) tidak berpaling dariyang dilihatnya itu dan tidakpula melampauinya. Sesungguhnya dia telah melihat sebahagian tanda-tanda (kekuasaan) Tuhannya yang paling besar.” (QS. An-Najm : 13 – 18).

Kemudian Jibril naik bersamaku ke langit (pertama) dan Jibril meminta dibukakan pintu, maka dikatakan (kepadanya):“Siapa engkau?” Dia menjawab:“Jibril”. Dikatakan lagi: “Siapa yang bersamamu?” Dia menjawab:“Muhammad” Dikatakan:“Apakah dia telah diutus?” Dia menjawab:“Dia telah diutus”. Maka dibukakan bagi kami (pintu langit) dan saya bertemu dengan Adam. Beliau menyambutku dan mendoakan kebaikan untukku. Kemudian kami naik ke langit kedua, lalu Jibril ‘alaihis salaam meminta dibukakan pintu, maka dikatakan (kepadanya):“Siapa engkau?” Dia menjawab: “Jibril”. Dikatakan lagi:“Siapa yang bersamamu?” Dia menjawab:“Muhammad” Dikatakan:“Apakah dia telah diutus?” Dia menjawab:“Dia telah diutus”. Maka dibukakan bagi kami (pintu langit kedua) dan saya bertemu dengan Nabi ‘Isa bin Maryam dan Yahya bin Zakariya shallawatullahi ‘alaihimaa, Beliau berdua menyambutku dan mendoakan kebaikan untukku.

Kemudian Jibril naik bersamaku ke langit ketiga dan Jibril meminta dibukakan pintu, maka dikatakan (kepadanya):“Siapa engkau?” Dia menjawab:“Jibril”. Dikatakan lagi: “Siapa yang bersamamu?” Dia menjawab:“Muhammad” Dikatakan:“Apakah dia telah diutus?” Dia menjawab:“Dia telah diutus”. Maka dibukakan bagi kami (pintu langit ketiga) dan saya bertemu dengan Yusuf ‘alaihis salaam yang beliau telah diberi separuh dari kebagusan(wajah). Beliau menyambutku dan mendoakan kebaikan untukku. Kemudian Jibril naik bersamaku ke langit keempat dan Jibril meminta dibukakan pintu, maka dikatakan (kepadanya):“Siapa engkau?” Dia menjawab:“Jibril”. Dikatakan lagi: “Siapa yang bersamamu?” Dia menjawab: “Muhammad” Dikatakan: “Apakah dia telah diutus?” Dia menjawab: “Dia telah diutus”. Maka dibukakan bagi kami (pintu langit keempat) dan saya bertemu dengan Idris alaihis salaam. Beliau menyambutku dan mendoakan kebaikan untukku. Allah berfirman yang artinya : “Dan Kami telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi” (QS. Maryam. Ayat:57).

Kemudian Jibril naik bersamaku ke langit kelima dan Jibril meminta dibukakan pintu, maka dikatakan (kepadanya):“Siapa engkau?” Dia menjawab:“Jibril”. Dikatakan lagi: “Siapa yang bersamamu?” Dia menjawab:“Muhammad” Dikatakan:“Apakah dia telah diutus?” Dia menjawab:“Dia telah diutus”. Maka dibukakan bagi kami (pintu langit kelima) dan saya bertemu dengan Harun ‘alaihis salaam. Beliau menyambutku dan mendoakan kebaikan untukku.

Kemudian Jibril naik bersamaku ke langit keenam dan Jibril meminta dibukakan pintu, maka dikatakan (kepadanya): “Siapa engkau?” Dia menjawab:“Jibril”. Dikatakan lagi: “Siapa yang bersamamu?” Dia menjawab: “Muhammad” Dikatakan: “Apakah dia telah diutus?” Dia menjawab:“Dia telah diutus”. Maka dibukakan bagi kami (pintu langit) dan saya bertemu dengan Musa. Beliau menyambutku dan mendoakan kebaikan untukku. Kemudian Jibril naik bersamaku ke langit ketujuh dan Jibril meminta dibukakan pintu, maka dikatakan (kepadanya): “Siapa engkau?” Dia menjawab: “Jibril”. Dikatakan lagi: “Siapa yang bersamamu?” Dia menjawab, “Muhammad” Dikatakan, “Apakah dia telah diutus?” Dia menjawab, “Dia telah diutus”. Maka dibukakan bagi kami (pintu langit ketujuh) dan saya bertemu dengan Ibrahim. Beliau sedang menyandarkan punggunya ke Baitul Ma’muur. Setiap hari masuk ke Baitul Ma’muur tujuh puluh ribu malaikat yang tidak kembali lagi. Kemudian Ibrahim pergi bersamaku ke Sidratul Muntaha. Ternyata daun-daunnya seperti telinga-telinga gajah dan buahnya seperti tempayan besar. Tatkala dia diliputi oleh perintah Allah, diapun berubah sehingga tidak ada seorangpun dari makhluk Allah yang sanggup mengambarkan keindahannya

Lalu Allah mewahyukan kepadaku apa yang Dia wahyukan. Allah mewajibkan kepadaku 50 shalat sehari semalam. Kemudian saya turun menemui Musa ’alaihis salam. Lalu dia bertanya: “Apa yang diwajibkan Tuhanmu atas ummatmu?”. Saya menjawab: “50 shalat”. Dia berkata: “Kembalilah kepada Tuhanmu dan mintalah keringanan, karena sesungguhnya ummatmu tidak akan mampu mengerjakannya. Sesungguhnya saya telah menguji dan mencoba Bani Isra`il”. Beliau bersabda :“Maka sayapun kembali kepada Tuhanku seraya berkata: “Wahai Tuhanku, ringankanlah untuk ummatku”. Maka dikurangi dariku 5 shalat. Kemudian saya kembali kepada Musa dan berkata:“Allah mengurangi untukku 5 shalat”. Dia berkata:“Sesungguhnya ummatmu tidak akan mampu mengerjakannya, maka kembalilah kepada Tuhanmu dan mintalah keringanan”. Maka terus menerus saya pulang balik antara Tuhanku Tabaraka wa Ta’ala dan Musa ‘alaihis salaam, sampai pada akhirnya Allah berfirman:“Wahai Muhammad, sesungguhnya ini adalah 5 shalat sehari semalam, setiap shalat (pahalanya) 10, maka semuanya 50 shalat. Barangsiapa yang meniatkan kejelekan lalu dia tidak mengerjakannya, maka tidak ditulis (dosa baginya) sedikitpun. Jika dia mengerjakannya, maka ditulis(baginya) satu kejelekan”. Kemudian saya turun sampai saya bertemu dengan Musa’alaihis salaam seraya aku ceritakan hal ini kepadanya. Dia berkata: “Kembalilah kepada Tuhanmu dan mintalah keringanan”, maka sayapun berkata: “Sungguh saya telah kembali kepada Tuhanku sampai sayapun malu kepada-Nya”. (H.R Muslim 162)

Ketika kita sholat, sebenarnya kita sedang mi’raj. Menghadap kepada Allah swt. Maka jangan sampai kita menyia-nyiakannya. Ini adalah hikmah dari Isra’ Mi’raj.
Maka mari kita Sholat dengan baik. Karena pada saat itu adalah saat kita menghadap Rabb kita. Kita dihadapkan wajah kita kepada Allah Swt.
Saat kita membaca Al Fatihah itu sama artinya dengan kita dialog dengan Allah Swt, dengan dialog yang luar biasa. Walau suratnya pendek, namun sangat syarat akan makna. Kita meminta petunjuk kepada Allah agar senantiasa ditunjukkan jalan yang lurus.
Begitupun saat membaca Tahiyat juga bercakap-cakap dengan Allah Swt.
Nilai shalat dilipatkan pahalanya menjadi 10 kali lipat.
Memulai sholat dengan baik dimulai dengan wudhu yg baik.

Sejak saat itu (Isra’ Mi’raj) Nabi Muhammad Saw menjadi lebih kokoh untuk meneruskan kembali dakwahnya setelah dakwah-dakwah yg ditentang. Yang kemudian memilih di Yatsrib sebagai basis dakwah.

[Question – Answer]

  1. Q. Bagaimana cara kita menularkan gaya islam kepada orang-orang dari luar negeri yg berada di Indonesia? Jangan hanya kita yg mengikuti gaya mereka, namun kita juga memberikan muatan-muatan keislaman mereka yang datang ke Indonesia.
    A. Dua materi yg harus bisa kita peroleh ketika kita kuliah di luar negeri. Yang pertama bagaimana muslim bisa hidup di negara orang, yang kedua Bagaimana kita sukses study di luar negeri.
    Lalu bagaimana dengan orang luar negeri yg belajar/tinggal di Indonesia?
    Bisakah kita menyelipkan muatan/dakwah?
    Memang hal ini harus menjadi program yg terencana dan baik, untuk menunjukkan akhlakul karimah ke mereka. Menjadikan mereka sahabat, namun tidak larut dengan gaya mereka. Program yg sangat bagus untuk dijalankan.
  2. Q. Bagaimana mengenai perayaan Isra’ Mi’raj, dilarang ataukah diperbolehkan?
    A. Sebagian orang ada yg bilang dilarang, bid’ah, atau boleh. Kondisinya kaum muslimin di Indonesia perlu banyak untuk didakwahi. Perlu media-media dakwah, momentum yang banyak untuk mengaji. Saya tidak menggarisbawahi perayaanya, tetapi muatannya. Jika targetnya untuk rame-ramean saja : tidak setuju. Kalau tujuannya : dengan adanya kajian bertepatan dengan moment isra’ mi’raj jadi banyak yg yg suka ngaji. Targetnya : makin banyak yg suka ngaji. Karena selain moment isra’ mi’raj, ada juga moment2 yg lain seperti :
    – Ada moment 1 bulan dlm setahun yaitu ramadhan.
    – 3 hari setiap bulan : ayyamul bidh.
    – Setiap minggu : puasa senin kamis.
    Tapi ketika melakukannya jangan sampai mendholimi diri. Targetnya kembali kepada Allah, dengan ngaji jadi lebih dekat kepada Allah. Maka hal ini diperbolehkan.

Allahu’alam bish shawab

Karena kami tidak sekedar memberi informasi tapi senantiasa untuk selalu menginspirasi.

TINGGALKAN KOMENTAR

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Bookmaker bet365 review by ArtBetting.co.uk

Bookmaker bet365 review by ArtBetting.gr

Germany bookmaker bet365 review by ArtBetting.de

Premium templates by www.bigtheme.net free download.

Online bookmaker Romenia betwin365.webs.com

Scroll To Top