Sunday , 25 June 2017
PESIAR UI 1436 H
You are here: Home 5 Download 5 Menjaga Iman dan Islam dari Perangkap-Perangkap Ghazwul Fikri (Ep 2)
Menjaga Iman dan Islam dari Perangkap-Perangkap Ghazwul Fikri (Ep 2)

Menjaga Iman dan Islam dari Perangkap-Perangkap Ghazwul Fikri (Ep 2)

Oleh: Ust. Dedi Martoni, S.Pd., M.Si
Ahad, 11 Januari 2015
Aula Utama Masjid UI Depok

Dari Anas Bin Malik RA, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Setiap mukmim dihadapkan pada lima ujian/musuh : orang mukmin yang hasad padanya, orang munafik yang membencinya, orang kafir yang memeranginya, nafsu yang menentangnya, dan syaitan yang selalu menyesatkan.”

Latar belakang membahas materi ini adalah :
Agar timbul Kesadaran tiap muslim, mukmin bahwa di dunia ini ada suatu pertarungan yang selalu ada,  pertarungan yang haq dengan yang bathil, yang pro dan yang kontra…

Surat Albaqarah ayat 120 :
“Orang-orang Yahudi dan nasrani tidak akan senang kepadamu sebelum kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya) . Dan jika kamu mengikuti keinginan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu”.

Hadits : “Akan datang suatu masa dimana bangsa2 akan memperebutkan kalian, sebagaimana sekelompok pemakan memperebutkan makanan di nampan. Para sahabat bertanya : Apakah karna jumlah kami yg sdkt wktu itu ya Rasulullah? Rasul menjawab: Bukan, bahkan jumlah kalian banyak tapi kalian saat itu bagai buih di lautan”

Kesadaran mengenai pertarungan abadi haq dan batil ini sangatlah penting dan fundamental bagi setiap mukmin, karena betapapun ia akan selalu ada, pertarungan ini telah disebutkan di dalam alquran dan pertarungan ini bersifat abadi. Hal ini bukan sebuah pemahaman yang diada-adakan, tapi ia berlandaskan informasi rabbani, terdapat jelas di dalam Alquran Surat albaqarah ayat 120. Pertarungan ini abadi, ada selama-lamanya. Pertarungan abadi

Orang Yahudi ingin menghapus ayat-ayat ini, mereka tak ingin ayat ini sampai pada umat manusia, dan bahkan mereka ingin tafsir dari ayat2 dihapuskan :(

Sejarah Yahudi

Berasal dari Nabi Adam as –>Ibrahim –> Ishaq –> Ya’kub
Silsilah lengkap bisa dilihat di

Nabi Ibrahim as lahir dan tumbuh di Babilonia, suatu negeri yang penduduknya melakukan berbagai bentuk kemusyrikan, seperti menyembah batu, berhala, binatang, semua penduduknya jpada saat itu mengingkari Allah swt kecuali Ibrahim, istrinya dan keponakannya (Luth)

Ibrahim disuruh menjual patung2 / berhala oleh ayahnya, tapi dagangannya tidak laku, karna Ibrahim berdagang dengan bersorak ” wahai manusia, siapa yang mau membeli patung2 ini yang tidak ada manfaatnya bagi kalian dan tidak ada pula mudhratnya bagi kalian”, pantas saja dagangannya tidak laku-laku

Berbagai upaya dilakukan oleh nabi Ibrahim untuk mendakwahi mereka agar menyembah Allah SWT termasuk terhadap ayahnya sendiri dengan menjelaskan bahwa apa yang mereka sembah tidak memberi kebaikan maupun kemudharatan sedikitpun. Namun tetap saja hati ayahanda tidak berkutik

Ketika dakwahnya merasa kurang di sambut, Ibrahim pindah ke Syam (Palestine) dan menetap di Nablus

Ibrahim bahkan dibakar, namun Ibrahim tetap tenang karena Ibrahim yakin dengan pertolongan Allah
Hasbunallaah wa ni’mal wakiil

Allah memerintahkan pada api agar menjadi dingin, seperti dinginnya AC

Pada saat di Palestine Ibrahim diterpa musibah kelaparan dan biaya hidup begitu tinggi maka mereka pindah ke Mesir, dari Mesir mereka kembali lagi ke Palestine.

Di Mesir Ibrahim mendapat hadiah, saat Ibrahim bersama siti Sarah (istri Ibrahim) [Siti Sarah memiliki paras nan cantik jelita]. Ibrahim mendapat hadiah dari Fir’aun Mesir yaitu hadiah seorang budak wanita yg bernama Hajar.
Dari hajar mereka mendapat Ismail yang nantinya dibawa ke lembah Makkah.

Sedangkan dari Siti Sarah, Ibrahim mendapat Ishaq pada usia yang menginjak 100 tahun, setelah 14 tahun kelahiran Ismail.

Kemudian Ishaq menikah dengan Rifqo binti Batwail di usia 40thn, saat itu Ibrahim masih hidup, ishaq memiliki anak kembar yaitu ‘Aishu dan Ya’qub.

Allah beri 12 anak pd Ya’qub yaitu : Ruwaibil, Syam’un, Luwa, Yahudza, Isakhar, Zailun, Yusuf, Benyamin, Dan, Naftli, Had, dan Asyir. Yang paling disayang oleh Ya’qub adalah Yussuf,

Hal ini menyebabkan cemburu saudara2nya dan saudara2nya sepakat untuk membuang Yusuf ke sumur, Yusuf ditemukan oleh sekelompok musafir dan dijadikan barang dagangan. Yusuf kemudian dibeli oleh penguasa Mesir dan istrinya dengan harga 20 dirham. Di Negeri Mesir, Yusuf mendapatkan kesuksesan dengan menjadi Bendaharawan negara, dan iapun mengajak ayah dan 10 saudara nya ke Mesir,

Ketika Mesir berada dalam puncak kezhaliman yang dilakukan oleh Fir’aun terhadap orang2 Bani Israil dengan menyemblih anak2 laki2nya dan membiarkan hidup anak2 perempuan, kemudian Allah SWT mengutus Musa dan Harun untuk mendakwahi Fir’aun.

Musa dan Harun mendapat  perlawanan yang luar biasa dan keras dari Fir’aun dan para tukang sihirnya sehingga Musa dan orang2 yang beriman kepadanya melarikan diri. Pelarian diri mereka pun dikejar oleh Fir’aun dan tentaranya hingga sampai ke tepi lautan. ALLAH memerintahkan Musa untuk memukulkan tongkatnya ke lautan sehingga terdapat jalan untuk bisa dilintasi oleh Musa dan orang2 yang beriman sehingga selamat sampai di tepian, dan ketika Fir’aun serta tentaranya yang ada di belakang mereka memasuki jalan tersebut maka Musa memukulkan kembali tongkatnya ke lautan sehingga lautan itu menjadi seperti sedia kala dan menenggelamkan Fir’aun dan bala tentaranya.

Bani Israil selamat, laut merah terbelah, Fir’aun dan tentaranya wafat.

Mumi Raja ramses 2 di Mesir, Kairo, di the red museum, di lantai 2, disana ada ramses 2 yang di otopsi oleh orang2 barat dan mereka meyakini bahwa ramses 2 inilah Fir’aun yang diselamatkan oleh Allah, padahal Fir’aun telah wafat bersama bala tentaranya

Kemudian Allah memerintahkan Musa dan orang2 yang bersamanya untuk keluar dari Mesir dan berangkat ke Baitul Maqdis (Palestine), di negeri ini Musa mendapat suatu kaum yang kuat dan gagah dari kuturunan al Haitsaniyin, al Fazariyin, al Kan’aniyin dan yang lainnya.

Musa memerintahkan para pengikutnya utk memasuki serta memerangi mereka namun mereka semua enggan dan tidak mau menuruti perintah nabinya sehingga Allah sesatkan mereka selama 40 tahun di Padang pasir yg panas.

Tetapi Allah masih sayang pd Bani Israil, mereka masih dinaungi awan, diberi makanan manna wa salwa, daging burung dan madu, 40 tahun begini.

Lalu mereka berkata pada Musa : “Ya musa, kami ingin makan sayuran, ketimun, dsb. Seolah2 mereka ada jarak dg Allah padahal merka seharusnya menyembah Allah.”

Pada masa 40 tahun ini Musa dan Harun wafat, sehingga kepemimpinan Bani Israil dipegang oleh Yusa’ bin Nuun yang kemudian berhasil menundukkan Baitul Maqdis.

Setelah orang2 Bani Israil menetap di Palestina, mereka mengalami tiga masa secara berturut2 :
1. Masa kehakimanan, berlangsung 400 tahun, mereka mengembalikan segala keputusan dari perkara yang diperselisihkan kepada sau hakim.
2. Masa menjadi Raja, Allah menjadikan Thalut sebagai raja, kemudian Daud dan Sulaiman as. (Q.s. 2 : 246-252)
3. Masa Perpecahan, masa setelah Sulaiman terjadi perselisihan antara Rahbi’an bin Sulaiman dan Yarbi’an bin Nabat. Kemudian Rahbi’an dan keturunan Yahudza serta Benyamin mendirikan negara yang bernama negara Yahudza yang dinisbahkan kepada Yahudza dari keturunan Daud dan Sulaiman. Ibu kota negara ini di Baitul Maqdis.

Sedangkan Yarbi’an bin Nabath dengan 10 keturunan yang tersisa mendirikan negara Israil di sebelah Palestina bagian utara dengan ibukotanya adalah Nablus. Merekalah orang2 yang kemudian dinamakan dengah Syamir yang dinisbahkan kepada gunung disana yang bernama Syamir.

Pada tahun 722 SM, negara Israil jatuh ke tangan orang2 Asyuri dibawah pimpinan raja mereka yang bernama Sarjun sedangkan negara Yahuza jatuh ke tangan orang2 Fira’unah pada tahun 603 SM.

Pada kira2 Tahun 586 SM Bukhtanshar (Nebukat Nashar), raja Babilonia berhasil menduduki Palestina dan mengusir orang2 Fir’aunah serta menghancurkan negara Yahudza dan memenjarakan orang2 Yahudi serta membawanya ke Babilonia, yang kemudian dikenal dengan ‘Tawanan Bailonia’

Pada tahun 538 SM, raja Parsia yang bernama Kursy berhasil menaklukan Babilonia sehingga melepaskan para tawanan Yahudi dan sebagian dari mereka kembali lagi ke Palestina.

Pada tahun 135 SM, orang2 Romawi pada masa kepemimpinan Adryan berhasil memadamkan revolusi yang dilakukan oleh org2 Yahudi sehingga menghancurkan negeri. Org2 Romawi berhasil mengusir mereka (Yahudi) dari sana dan menjadikan mereka terpecah2 di berbagai tempat di bumi.

Download file presentasi : Sejarah Yahudi – Ust Dedy Martoni

TINGGALKAN KOMENTAR

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Bookmaker bet365 review by ArtBetting.co.uk

Bookmaker bet365 review by ArtBetting.gr

Germany bookmaker bet365 review by ArtBetting.de

Premium templates by www.bigtheme.net free download.

Online bookmaker Romenia betwin365.webs.com

Scroll To Top