Wednesday , 23 August 2017
PESIAR UI 1436 H
You are here: Home 5 Islam Kontemporer 5 Kiat Menghafal Al Qur’an dengan Mudah di Era Cyber
Kiat Menghafal Al Qur’an dengan Mudah di Era Cyber

Kiat Menghafal Al Qur’an dengan Mudah di Era Cyber

Bersama : Ustadz Arham Yasin, MH., Al Hafidz

| Ahad, 10 Mei 2015 | 07.00-08.45 WIB | Aula Utama Masjid UI Depok |

[Fakta yang tidak bisa dipungkiri]
“Al Quran adalah SATU-SATUNYA kitab suci yang dihafal oleh pemeluknya, baik beberapa ayat atau seluruhnya”

Satu cara untuk menafikan Al Qur’an yaitu dengan menafikkan fakta ini, ibarat batu yg keras, batu adalah benda yang keras dan semua orang sepakat dengan fakta tersebut, jika ada yang ingin mengatakan batu itu lunak alias tidak keras, maka yang dilakukan adalah menafikan bahwa batu itu lunak, seperti itulah orang yang menafikan Al Qur’an, sama seperti orang yang berusaha menafikan batu itu keras. Masyaa  Allah..
Sisi kemukjizatan ini yang tidak terjadi di kitab manapun, dan Allah sendiri yang menjamin keterjagaannya.

[Q.S Al Hijr ayat 9 ]

(إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ)

“Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al Quran dan pasti Kami pulalah yang akan menjaganya”

Bagaimana Allah menjaga Al Qur’an?

Fakta ini terbukti, tidak ada 1 huruf pun yang melenceng

Pernah ada Qur’an Android, ada kesalahan di salah satu ayat yaitu pada surat Ali Imran, salah satu kata-nya, dan itu langsung ketahuan. :)

Disitu terbukti bahwa selalu akan terdeteksi kesalahan sekecil apapun

[Cerita]
Di suatu tempat, tidak ada mesin cetak, semua ditulis tangan, ada seorang yang suka menulis, dia menulis saja, ceritanya ia sedang menulis kitab-kitab suci, ia ingin mengetes menulis dengan seni, tampilan indah dan menarik, namun dengan maksud merubah sedikit tulisannya, ia menulis semua kitab suci, tulisan kitab yang bagus dan menarik ini diberikan kembali kepada masing-masing pemiliknya, kitab-kitab lain memuji keindahan tulisan ini, namun pada Al Qur’an ia bukannya malah dipuji karyanya namun nyaris akan dibunuh karna lansung ketahuan ada ayat yang dirubah.

Cara Allah menjaga Al Qur’an di dunia ini :
1. Allah menjaga dalam bentuk tulisan (mushaf)
Telah baku, tidak ada berubah sedikitpun
2. Allah menjaga di dada seorang muslim
Dengan menjdikan Al Qur’an ini MUDAH DIHAPAL

Di dalam Al Qur’an surat AL Qamr, Allah menjamin kemudahan Al Qur’an untuk dihafal sampai mengulang-ngulangnyanya 4x.
“Dan sungguh Al Qur’an telah dimudahkan untuk dipelajari”

Hanya 1 kata kucinya :
“Adakah yang mau mengambil pelajaran?
Adakah yang mau belajar?”

Jadi masalahnya bukan bisa atau tidak bisa, tapi mau atau tidak mau

Dalam mempelajari Al Qur’an, Allah telah menjamin, telah dimudahkan Allah

Dalam mempelajari Al Qur’an, termasuk menghafalnya, masalahnya cuma 1, mau atau tidak mau, bukan bisa atau tidak bisa.
Sekali lagi perlu digaris bawahi, karena Allah mengatakan “adakah yang mau mempelajarinya? “

1.  Allah memudahkan lafadznya
“Kami mudahkan lahfadznya untuk dibaca dan dilafadzkan”
Tabiat Al Qur’an : mudah dibaca.
Apalagi sekarang telah muncul berbagai metode, ini merupakan landasan bahwa tidak ada alasan kita untuk tidak menghafal. Metode sudah sangat banyak sekali, tak terhitung banyaknya.
Sesungguhnya ini menunjukkan fakta kemudahannya, sehinga ini tidak saja mudah dibaca, tapi juga mudah untuk  dihafal.
Sekali lagi fakta bahwa Al Qur’an “enteng” dibaca

Makanya semakin benar bacaan kita makin enteng perasaan kita, ketika bacaan kita benar, maka tidak akan mudah capek kita berlama-lama dengan Al Qur’an.
Maka disinilah butuh upaya untuk memperbaiki bacaan, baca dengan baik dan benar.
Jenuh dan bosan bisa diatasi dengan benarnya bacan kita .

2. Dan Kami juga mudahkan maknanya
Dengan tadabur, sehingga mudah dipahami dan diamalkan

Ia (Al Quran) mudah dipahami karena sesuai fitrah manusia, coba kalau yg lain,..

Al Quran Berikut aturannya sesuai dengan fitrah manusia, karna menghalalkan yang baik dan mengharamkan yang buruk. Coba kalau yang buruk dihalalkan, maka ini sulit diterima, dipahami dan diamalkan.
Fitrah secara umum, manusia suka yang baik, suka yang bagus, dan benci yang jelek, benci yang jijik dan tidak suka yang kotor.

Cara Allah menjaga Al Quran
Fakta alquran : mudah dihapal bagi siapapun, tidak peduli latar belakang apapun

Tidak ada alasan, siapapun bisa .

Inilah fakta yang dinampakkan kepada kita
Dan kita semua bisa menjadi bagian dari fakta tersebut (Hafal Al Qur’an) dan punya kesempatan peluang yang sama untuk mendapatkan, baik kita menghafal sebagian atau keseluruhannya.

Dengan menghafal Al Qur’an secara keseluruhan hukumnya fardhu kifayah, Sedangkan menghafal sebagian, hukumnya fardhu ‘ain. Jadi wajib bagi setiap muslim untuk punya hafalan Qur’an.

Tentu ada perbaikan, dari dulu sampai sekarang tidak nambah-nambah?
Dari dulu sampai sekarang bacaan Qur’an kita tidak baik-baik?
Karena Al Qur’an sudah ada untuk dihafal dengan mudah.

Sedangkan untuk bahasa Inggris saja, kita mati-matian.
3 bulan bisa mahir bahasa inggris, 6 bulan bisa pintar bahasa inggris.

Sedangkan untuk Al Qur’an? Bacaan Al Qur’an kita?
Kualitas? Kuantitas?
Sering kita memfonis diri menganggap tidak bisa, padahal jaminan Allah diberikan kepada semua orang.

Dengan teknologi, bisa :
1. Menjadi penghalang
2. Menjadi peluang

1. Menjadi penghalang :
Terhalangnya interaksi dengan orang lain. Berapa lama kita mantengin hape? Sedang makan khusyu, sedang duduk khusyu mentengin hape, hitung saja, apakah yang kita pantengin itu banyak manfaatnya apa buruknya. Sedangkan ciri muslim, meninggalkan sesuatu yg tidak bermanfaat baginya

Tidak punya waktu untuk Al Quran?
Waktu untuk HP? Sosmed, Fb, WA, twitter, dll… dst….

Kalau kita masih sempat fb-an, wa-an berlama-lama, sesungguhnya aslinya kita masih punya banyak waktu untuk Al Qur’an, baik untuk membacanya ataupun untuk menghafalnya.

Jangan mengatakan sibuk kalau kita masih punya banyak waktu untuk bersosmed ria, sudah berjam-jam, padahal jika ngafal dengan waktu yg sama, bisa dapat hafalan 1 lembar, kalo tilawah bisa dapat 1 juz, . Ini sebagai sisi penghalang,

Dan di sisi lain,
Jika terbiasa melakukan sesuatu yang tidak bermutu, maka otak jadi lembek. Maka untuk menghafal Al Qur’an, otak jadi lembek, malas, karena sudah terbiasa otak dipakai untuk hal-hal yang rileks.

[Fakta]
Sesungguhnya kita ini punya banyak waktu

Konsep menghafal
Tidak harus di pesantren
*ustadz tidak pernah mondok, beliau seorang alumni Magister Hukum Tata Negara UI, alhamdulillah sudah hafal 30 juz.

Faktanya : menghafal adalah dengan mengambil sedikit jam melamun kita, mengambil sedikit jam fb-an kita, baik untuk menghafal sebagian atau seluruhnya  :)

Konsepnya :
Waktu untuk bersosmed tetap penting, tetapi perlu dijaga untuk silaturrahim dengan media sosial, Namun tidak menghabiskan banyak dari waktu kita.

Memang godaannyaa sangat berat  ;(

Kadang notif WA sudah numpuk, sampai seribu notif, maka buka, sampai 2 jam ;(

Bahkan sekarang, habis paket saja, gelisahnya minta ampun

Bbm ga dibaca, gelisahnya minta ampun
Wa sudah contreng 2 tapi belum dibalas, gelisah ;(
Lah… AL QUR’AN ga dibaca-baca, tapi tidak ada rasa gelisah :(

Seharusnya media dijadikan sebagai media

Ketika ketinggalan hp, sangat gelisah
Namun saat ketinggalan mushaf?

Konsepnya sederhana,
Kita ini tidak menghafal kalau tidak akrab

Terbiasa baca surat Yasin, baca Ar-Rahman, al-Kahfi. Ia akan terasa ringan jika akrab.

Maka supaya terasa ringan ngafal semua, dibikin akrab dulu

Makanya cara sederhaha untuk ngafal, adalah akrab dulu

Kadang-kadang untuk memulainya saja berat,maka bukalah Al Qur’an lalu dibaca, dibaca ayat yang sama berkali-kali, akrab dulu .

Baca sebanyak target yang akan dihafal pada waktu itu, konsepnya sederhana, secara umum, “MUDAH KARENA AKRAB”, baca dulu, baca dan baca, setelah akrab baru ulang, hafal :)

Ini gak lama, biasanya mungkin ini hanya akan mengambil waktu bengong kita, mengambil jam fb-an kita. 15 menit cukup untuk hafal setengah atau 1 halaman.

Maka secara sederhana, baca saja dulu, namanya sudah akrab, cenderung lebih mudah, lebih rileks  ;)

Ibarat jalan, jalan yang sudah dilewati, maka akan terasa ringan dan dekat, kalo jalan yang belum pernah kita lewati sama sekali, maka jalan itu akan terasa jauh. Namun setelah hafal jalan itu, makan akan terasa rileks, jaraknya terasa lebih dekat.
Contoh : mahasiswa yang yang tinggal atau kosnya jauh dari kampus, saat berjalan ke kampus, karna sudah terbiasa jalan tiap hari jadi terasa dekat.

Benarkan bacaan!!!

Ibarat kuliah, masa’ itu itu terus, kuliah naik semester, kuliah naik tingkat, dengan Al Quran?
Ada peningkatan seminimalnya 1 bulan hapal 1 lembar

Setengah halaman biasanya bisa hafal dalam waktu 10 menit atau 15 menit dengan konsep AKRAB

Bisa dihafal dengan menggunakan mushaf, hp, murottal, dll

Apakah bisa kita menghapal dengan sarana murattal saja?
Kita dengar lalu kita ikuti, jawabannya : BISA
Hanya saja sedikit kelemahan : biasanya bacaan ini tidak bisa kita ikuti jika dengan intonasi yang berbeda. Ini sedikit kelemahannya.

Makanya saran saya : baca dengan bacaan kita

Adapun saran murattal di mobil, di hp adalah sarana untuk AKRAB

Kalau dengan murattal saja, ia tidak bisa mengikuti jika dengan intonasi yang berbeda.

Salah satu cara mengakrabkan : membahas ayat-ayat tersebut, bahas maksud ayat demi ayat, baca dan kupas artikel-artikel seputar Al Qur’an. Ikuti kajian-kajian Al Qur’an.

Termasuk saat telah hafal, tetap lakukan hal-hal agar lebih Akrab.
Ini sangat membantu untuk menguatkan hafalan, bagi yang belum hafal, bisa sebagai media mengakrabkan

Maka jangan malas membaca jika dapat materi tentang Al Qur’an

Termasuk menghadiri kajian tafsir

Sangat banyak sarana, tentu saja perlu diperhatikan, tabiat hafalan : MUDAH LEPAS

Sabda Rasul  :
” dipegang teguh Al Qur’an ini demi zat yg jiwaku ada ditanganNya, sesungguhnya Qur’an ini lebih cepat lepasnya daripada unta yang ditambatkan”

Mudah dihafal, mudah lepas

Maksudnya, Konsep menghafal

Dikatakan hafal jika “MENJAGA”

AL HIFZU : MENJAGA

TABIAT/ KARAKTER : Sifatnya menjaga, bukan dihafal sekali lalu sudah

Maka Allah menghendaki Al Qur’an untuk diperhatikan, agar Al Qur’an selalu terpaut dengan seseorang

Orang menganggap sekedar menghafal, lalu sudah.

Sedangkan mengahafal itu adalah MENJAGA

Ada yang berkata :
“Saya sudah menghafal, tapi menjaganya susah”
Nah, sesungguhnya tabiat Al Qur’an itu memang untuk dijaga

Sampai kapanpun jangan mengharap kalau hafalan Al Qur’an yang sudah dihafal akan selalu ingat. Jika tidak dimurajaah, maka akan lupa.

Jagan mengharap tabiat menghafal tanpa ada murajaah

Selama ini berharap, terus ujug2 hafal?

Ia mudah, tapi tetap ada usaha !!!

Asalkan KONSISTEN, mudah ^_^

Walaupun mudah, Tetap saja harus dilakukan

Ibarat, masjid yang ada di sebelah rumah, sangat dekat, seseorang dengan kondisi sangat sehat, namun jika ia tidak berusaha melangkahkan kakinya berjalan menuju masjid, jangan harap akan sampai di masjid,
Asalkan ada kemauan dan Tetap harus dilakukan, bisa !!!

[Q.S. Al-Isra ayat 19 ]

(وَمَنْ أَرَادَ الْآخِرَةَ وَسَعَىٰ لَهَا سَعْيَهَا وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَأُولَٰئِكَ كَانَ سَعْيُهُمْ مَشْكُورًا)

“Dan barangsiapa menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh, sedangkan dia beriman, maka mereka itulah orang yang usahanya dibalas dengan baik.”

Siapa yang ingin masuk surga?
Semua ingin masuk surga, siapa yg tidak ingin.
Tapi butuh usaha!

[Q.S. Al Isra ayat 20 ]

(كُلًّا نُمِدُّ هَٰؤُلَاءِ وَهَٰؤُلَاءِ مِنْ عَطَاءِ رَبِّكَ ۚ وَمَا كَانَ عَطَاءُ رَبِّكَ مَحْظُورًا)

Kepada masing-masing golongan, baik golongan ini yang menginginkan dunia maupun golongan itu yang menginginkan akhirat, Kami berikan bantuan dari kemurahan Tuhanmu. Dan kemurahan Tuhanmu tidak dapat dihalangi.

Masing-masing jalan ini Allah mudahkan, manusia tinggal pilih.

Siapa yang ngejar dunia, Allah mudahkan, yang ngejar akhirat, Allah mudahkan, mudah tapi harus tetap dilakukan

Al Qur’an : MUDAH
Termasuk dihafal, termasuk di ulang-ulang

Jangan berharap sesuatu yang tidak ada
Karena namanya saja “alhifzu” : menjaga
Jadi, harus sediakan waktu untuk menghafal

“Kemaren kuat tapi kok pekan berikutnya jadi lemah lagi ya?”

Ini sederhana saja berdasarkan fakta : jadi tabiatnya hafalan kamu kalau dihafal sekarang dan diulang besok, maka belum akan hafal, ibarat hewan liar yang sudah tertangkap, tapi belum jinak, maka hafalan kita yang dihafal pagi ini,  diulang saat dhuha, diulang lagi saat zuhur, sore diulang, jadi tabiatnya diulang-ulang beberapa kali, maka in syaa Allah besok nya in syaa Allah hafal, dan untuk seterusnya usia hafalan yang 1 hari ini, ulang 1x tiap hari. Nah jika hafal hari ini, dan baru diulang pekan depan, maka yg kemaren akan hilang lagi, karena diulang 1x sepekan, ya ini tabiatnya. Ia mudah, tapi harus tetap diulang

Ia harus diulang 1x sehari, terus diulang sampai hafal cukup kuat.
Dan setelah itu, cukup diulang 1 pekan sekali
Dan jika sudah cukup kuat, cukup 2 pekan 1 kali

Tapi memang tetap harus diulang. Kemudian yg penting, hafalannya harus diperdengarkan, bisa dengan memanfaatkan sarana seperti skype.

Syarat hafalan kuat adalah mempersiapkan dengan baik. Seringkali hafalan yg disiapkan buru-buru, maka akan hilang dengan buru-buru pula. Hafalan yang buru-buru akan hilang dan itu bikin sumpek dan bikin sesak.

Saat setoran hafalan, pasrah pada penerima setoran. Jangan pegang Qur’an, hanya penerima hafalan yg memegang Al Qur’an, ini untuk menumbuhkan percaya diri dengan hafalan kita. Jangan sedikit-sedikit buka Al Qur’an, ragu-ragu dikit buka Al Qur’an, jangan… begitupun saat murajaah, jangan sedikit ragu langsung buka Al Qur’an, tapi kalau sudah sangat mentok baru buka Al Qur’an.

[Fakta Al Qur’an ]

Sedikit pun tidak ada celah orang untuk mengingkari fakta Al Qur’an bahwa Al Qur’an adalah satu-satunya kitab yang DIHAFAL.

Maka apakah kita mau menjadi bagian dari fakta itu?

Mau sebagian atau seluruhnya?

Mau 1 juz, mau 2 juz, mau 30 juz, bisa
Mau 1 surat, 2 surat, 114 surat, bisa

Siapapun,
Dengan latar belakang apapun , Bisa !!!

[Question~Answer]

Q : Kecepatan hafalan? Sudah diulang-ulang tapi tidak hafal, bagaimana Ustadz?

A : Akrab dengan Al Qur’an
Jaminan tetap ada, jaminan bahwa mudah untuk dihafal. Ada yg 1x langsung bisa, ada 3x langsung bisa, ada yg 10 kali baru hafal, ada yg 100 kali baru hafal. Dan apakah 100x ini tidak ada gunanya? Jangan berpikir demikian, yang baca 100x lebih banyak pahalanya.

Termasuk hafalannya harus diulang2. Jika tidak diulang, saat setoran ibarat seperti menghafal dari awal. Jika ingin cepat, tentu butuh waktu yang lebih. Semakin tinggi mujahadah makin banyak pahalanya. Pahala itu bisa dilipatgandakan jika semakin sulit untuk melakukannya.

Allah tidak menyia-nyiakan usaha hamba-Nya, walaupun ia sulit untuk menghafal, mungkin selama ini ia merasa bodoh, hafalannya susah dihafal, susah lengket, maka Allah tidak akan menyia-nyiakan usaha hamba-Nya, saat ia hafal, maka hafalannya akan kuat. ALLAH tidak akan menyia2-nyiakan kebaikan hamba-Nya, berbahagialah para mujahid yang tidak pernah lelah untuk menjadi penjaga Al Qur’an :)

Q : Menyiasati waktu bersama Al Qur’an?

A : KONSISTEN, prinsipnya waktu bersama Al Qur’an tidak boleh dilanggar, waktu istimewa waktu bersama Al Qur’an :)

Semoga menginspirasi dan menciptakan kemauan kita untuk mengambil bagian dari fakta Al Qur’an, yaitu menjadi bagian dari hamba-hamba-Nya yang menjaga Al Qur’an (Hafizhul Quran, Hafal Quran), aamiin yaa Rabb

Karena kami tidak sekedar memberi informasi, tapi senantiasa untuk selalu menginspirasi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Bookmaker bet365 review by ArtBetting.co.uk

Bookmaker bet365 review by ArtBetting.gr

Germany bookmaker bet365 review by ArtBetting.de

Premium templates by www.bigtheme.net free download.

Online bookmaker Romenia betwin365.webs.com

Scroll To Top