Wednesday , 20 September 2017
PESIAR UI 1436 H
You are here: Home 5 Keluarga 5 Birul walidain
Birul walidain

Birul walidain

Bersama: Ustadz Hilman Rosyad

Sabtu, 11 Juli 2015

Aula Utama Masjid Ukhuwah Islamiyah, UI Depok

Yang namanya ayah dan ibu, berkembang di semua etnik, bahwa mereka ini adalah satu kesatuan. Kita sangat mengerti perbedaan antara ayah dan ibu, ayah dan ibu yg baik. Menjadi suami &  istri yg kompak. Masing2 bertanggung jawab atas perannya. Kalau seorang ibu menjadi istri yg baik bagi suaminya, sebaliknya seorang ayah menjadi suami yg baik untuk istrinya. Terkompakkan adalah yg diharapkan oleh seluruh etnik di dunia. Islam agama yg sempurna mengajarkan untuk menjadi suami istri yg baik dan benar. Jadi suami melaksanakan kewajibannya dan istri pun juga.

Siapapun yg beramal sholeh, baik laki2 dan perempuan, maka akan mendapat perlakuan terbaik dari Allah.

Apabila dua orang bertemu dan saling bersatu merupakan tanda2 kekuasaan Allah swt.

Q. S. Ar-Rum : 21

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.”

Suatu komunitas, organisasi, penduduk di suatu wilayah dimanapun jumlahnya kan fifty:fifty  antara laki2 dan perempuan. Walaupun ada perbedaan, namun tidak akan berbeda jauh. Laki2 itu usianya lebih pendek daripada perempuan.

Ketika kita bertemu jodohnya. Masing2 bisa saling menempatkan diri. Kalau si pasangan bisa merajut, saling melengkapi, akan terbentuk keluarga harmonis. Sehingga mendapat sakinah.

Q. S. Al-Baqarah : 47

يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ اذْكُرُوا نِعْمَتِيَ الَّتِي أَنْعَمْتُ عَلَيْكُمْ وَأَنِّي فَضَّلْتُكُمْ عَلَى الْعَالَمِينَ

“Hai Bani Israil, ingatlah akan nikmat-Ku yang telah Aku anugerahkan kepadamu dan (ingatlah pula) bahwasanya Aku telah melebihkan kamu atas segala umat.”

Apa efeknya? apa dampaknya? Suami istri harmonis, sakinah, maka akan menjadi orang tua yg kompak. Serasi dan harmonis, saling mencintai, bisa menghormati orang tua mereka, bisa berbuat baik kepada mereka, yaitu birrul walidain.

Kalau kita cermati firman2 Allah swt, perbedaan antara laki2 dan perempuan itu senantiasa ditampakkan.

Q. S. Luqman : 14

وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ

“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.”

Ibu kita telah mengandung dalam kondisi kesulitan yg semakin sulit, menyusui, dan menyapihnya saat usia 2 tahun.

Q. S. Al-Ahqaf : 15

وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ إِحْسَانًا ۖ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ كُرْهًا وَوَضَعَتْهُ كُرْهًا ۖ وَحَمْلُهُ وَفِصَالُهُ ثَلَاثُونَ شَهْرًا ۚ حَتَّىٰ إِذَا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَبَلَغَ أَرْبَعِينَ سَنَةً قَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي ۖ إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ

Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri”.

Ibunya mengandung dalam kondisi kesulitan, melahirkan kesulitan, sampai akil baligh, kemudian disekolahkan sampai perguruan tinggi. Ibu memiliki peran yg lebih daripada seorang suami.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَنْ أَحَقُّ النَّاسِ بِحُسْنِ صَحَابَتِي؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ ؟ قَالَ ثُمَّ أُمُّك، قَالَ ثُمَّ مَنْ ؟ قَالَ ثُمَّ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ ؟ قَالَ ثُمَّ أَبُوكَ (متفق عليه)

Artinya: Riwayat Abu Hurairah ra menuturkan, “Seorang pria datang kepada Rasulullah saw. “Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling patut saya perlakukan dengan baik?” Tanya pria itu. Beliau menjawab, “Ibumu.” “Siapa lagi?” Tanyanya kembali. “Ibumu,” jawab beliau. “Siapa lagi?” Tanyanya. “Ibumu,” jawab beliau. “Terus siapa lagi?” Tanyanya. Beliau pun menjawab, “Ayahmu.”

(HR. al-Bukhari: No. 5514 dan Muslim: No. 4621)

Allah swt selalu menggandengkan kewajiban beribadah kepada Allah swt dan berbakti kepada orang tua. Birrul walidain memiliki tingkat

Syukur kepada Allah swt dan  digandengkan syukur kepada orang tua. Ketika kita bersyukur kepada orang tua maka itu sama artinya dengan kita berayukur kepada Allah swt.

Q. S. An-Nisa : 94

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا ضَرَبْتُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَتَبَيَّنُوا وَلَا تَقُولُوا لِمَنْ أَلْقَىٰ إِلَيْكُمُ السَّلَامَ لَسْتَ مُؤْمِنًا تَبْتَغُونَ عَرَضَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا فَعِنْدَ اللَّهِ مَغَانِمُ كَثِيرَةٌ ۚ كَذَٰلِكَ كُنْتُمْ مِنْ قَبْلُ فَمَنَّ اللَّهُ عَلَيْكُمْ فَتَبَيَّنُوا ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرًا

Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu pergi (berperang) di jalan Allah, maka telitilah dan janganlah kamu mengatakan kepada orang yang mengucapkan “salam” kepadamu: “Kamu bukan seorang mukmin” (lalu kamu membunuhnya), dengan maksud mencari harta benda kehidupan di dunia, karena di sisi Allah ada harta yang banyak. Begitu jugalah keadaan kamu dahulu, lalu Allah menganugerahkan nikmat-Nya atas kamu, maka telitilah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

Kapan orang tua berhak dibaktiin oleh anak2nya, yaitu ketika orang tua itu bersungguh2 dalam mendidik dan memberikan hak kepada anaknya. Yaitu ada 6 point penting :

1. Melakukan hubungan suami istri yg halal. Tidak sekedar melampiaskan birahi. Dan haramkanlah sesuatu yg buruk. Karena ketika menikah konsekuensinya adalah hamil. Kalau menikah siap untuk memiliki anak. Hubungan suami-istei hanya sah melalui pernikahan. Kemudian menjadi orang tua yg terbaik oleh anaknya.

2. Kita (orang tua) adalah pintu rizki yg dibukakan oleh Allah swt, dari usaha dan kerja yg halal. Kita belanjakan untuk anak2 kita.  Menafkahi anak dengan yg halal.

3. Menunjukkan dan membuktikan bahwa mereka mencintai sang anak

4. Berlaku adil kepada anak2nya

5. Mendoakan yg terbaik utk anak2nya

6. Mendidik dengan pendidikan yg benar.

Maka orang tua berhak utk kita perlakuakan sebaik2nya. Lalu bagaimana jika orang tua tidak melakukan itu?

Q. S. Luqman : 15

وَإِنْ جَاهَدَاكَ عَلَىٰ أَنْ تُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا ۖ وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْرُوفًا ۖ وَاتَّبِعْ سَبِيلَ مَنْ أَنَابَ إِلَيَّ ۚ ثُمَّ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

“Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu

Jika ortu memaksamu utk syirik, tapi tetap memperlakukan mereka dgn yg baik.”

Kewajiban seorang anak terhadap orang tuanya, ada 3 point penting :

1. Syukur, berterima kasih

Karena cinta orang tua, kasih sayang orang tua, bukan sesuatu yg harus dibayar, tapi harus disyukuri. Kita mengikuti apa yg diinginkan oleh Allah swt. Syukur melalui ibadah, dan namanya ibadah bukan membayar. Tetapi mennjadi makhluk seperti yg diinginkannya. Tidak ada maksud diciptakannya jin dan manusia utk beribadah.

Q. S. An-Nur : 55

وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَىٰ لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا ۚ يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا ۚ وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذَٰلِكَ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ

“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.”

Orang tua kita mendidik secara langsung, tidak lain kita agar melakukan seperti yg diingankannya :

Orang tua ingin kita sehat, setiap anak yg lahir, dihararapkannya sehat, yaitu dengan memberikan perawatan. Makan yg sehat, berpola hidup sehat.

Allah swt berfirman dalam Al-Quran :

“Aniskurli waliwalidaika”

yang artinya: “Bersyukurlah kepadaKu dan kepada kedua orang tuamu.”

  • Pinter

Diajari mandi, belajar, dibimbelkan, karena ingin anaknya pinter, sering hadir di majelis ilmu, kuliah dipercepat, yaitu cepat lulus dan segera memberi yg terbaik kepada orang tua.

  • Hidupnya makmur, sukses di dunia, mencari nafkah dengan sungguh2, berhemat, punya skala prioritas dalam penggunaannya.
  • Sholeh.

Karena bila kita sholeh, pinter,makmur, dan sehatnya kita akan bermanfaat. Itulah keinginan dari orang tua kita, apabila orang tua kita meninggal, kita menjaga kepintaran, kita mnjdi anak yg sholeh yg senantiasa mendoakan mereka.

2. Birul walidain ,Berbuat ihsan

Berkehendak, yg penting orang tua gembira, senang, dan ridho kepada kita.

3. Mendoakan mereka dengan doa yg baik.

“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh” (HR. Muslim no. 1631)

Bulan Ramadhan adalah momentum kita selalu mengingat orang tua.  Ketaatan kita hanya ritual, QL, tadarus sebanyak2nya, dzikir, berdoa, sedekah, tholabul ilmi, sehingga membuat kita semakin dekat sama Allah swt, yg kemudian Allah swt akan mengabulkan doa2 kita.

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran”

Ketika Allah swt menunjukkan kepada kita, bahwa begitu besar pengorbanan orang tua kepada kita. Yg sudah merawat kita dari lahir sampai kita dewasa, bahkan sampai ketika kita menikah dan memiliki anak. Maka dari hati kita akan tumbuh kesadaran untuk mendoakan kedua orang tua kita.

“Rabbi Auzi’ni An Asy-kura Ni’matakal-lati An ‘Amta `Alayya Wa `Ala Waalidayya Wa An A’mala Solihan Tardoohu Wa Adkhil-Nii Bi Rohmatika Fii `Ibaadikas-Soolihiin”.

“Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh”.

[Tanya~Jawab]

1. Bagaimana cara menyenangkan orang tua, agar apa yg kita berikan bermanfaat?

Jawab : Memberikannya dengan ikhlas, sembari diingatkan agar uang yg kita beri digunakan untuk hal2 yg lebih bermanfaat. Kita beramar makruf, usaha dilakukan , dan didoakan. Sehingga apa yg kita berikan bermanfaat.

2. Apakah ada batasan2 khusus dalam mentaati kedua orang tua?

Jawab :

Ada batasannya yaitu ketika orang tua memerintahkan untuk berbuat syirik, berbuat maksiat, berbuat segala hal yg dilarang oleh Allah. Namun kita tetap wajib berbuat baik kepadanya.

3. Bagaimana jika seorang anak melakukan sesuatu yg tdk diridhoi oleh Allah, ex: harta orang tua dijual, lalu orang tua meninggal?

Jawab :

– Urus jenazahnya

– Hitung hartanya

– Bagikan sesuai hak waris

– Mengembalikan apa yg sudah kita ambil dari orang tua dan mewaqafkan atas nama orang tua.

4. Di lingkungan saya ada seorang anak yatim, anak ini sifatnya pergaulannya kurang bagus, pernah membobol warung, infaq musholla ilang, panjang tangan. Ibunya punya paman, pamannya merasa bertanggung jawab, anak ini tidak mau nurut, mempermalukan pamannya didepan temannya.

Bagaimana,apa yg harus dilakukan paman dan ibunya?

Jawab : Ada kesalahan dari awal, memberikan pedidikan yg salah. Karena kondisi ekonomi yg sulit, kemudian ketemu temannya yg pergaulannya kurang baik. Pamannya juga kurang berlaku baik, bertanggung jawab iya, tapi bisa jadi kasar. Hal yg bisa dilakukan adalah pamannya berdiskusi dengan ibunya atau sesama warga untuk berdiskusi yg baik, anak yatim pasti nakal. Kita harus mendidiknya, namun jangan dimanjakannya. Dicari

Akar masalahnya apa?

Maunya seperti apa?

5. Bagaimana jika nomer 2 terputus (Birrul walidain). Disebabkan ibu kita cek-cok dengan kita dan suami, salah paham. Salah kata, salah dengar. Ibu konflik dengan suami. Memastikan tidak mau menerima apapun dari suami dan saya. Tiba2 memutuskan tdk mau.

Saya dan suami meminta maaf, silaturahim masih dijalankan. Memberi perhatian walau ditolak. Coba kita ingatkan, perlahan namun pasti, Minta maaf, upaya berbuat baik terus menerus, dalam wkt tidak lama lagi, insyaAllah ibu akan luluh. Atau diingatkan melalui orang yg paling dihormati. Terus diusahakan. InsyaAllah doa kita akan dikabulkan.

6. Bagaimana menyikapi seorang ayah yg tidak menunaikan kewajibannya sebagai  seorang ayah? Misalnya Bapak tidak bekerja, orangnya malas, suka menyiksa anaknya, apakah boleh kita membalasnya?

Jawab : Bagaimanapun juga dia ayah kita, walaupun keburukannya ada. Kita tetap wajib berbuat baik kepadanya. Sayangi dia, bukan karena orang tua, tetapi karena Allah swt. Berbaktilah kepada Allah swt dengan berbakti kepada orang tua.

Membenci atau memaafkan?

Lebih baik kita memaafkan dan menjaga silaturahim dengannya, menjaga hubungan baik dengan orang tua. Semoga Allah junjung kita, utk senantiasa memaafkan, memuliakan orang tua.

Bagaimana pun orang tua kita, jangan sampai menutup diri kita utk tidak berbakti kepadanya.

Batas tidak taat adalah ketika disuruh utk bermaksiat/melakukan sesuatu yg dilarang Allah dan menyekutukan Allah.

TINGGALKAN KOMENTAR

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Bookmaker bet365 review by ArtBetting.co.uk

Bookmaker bet365 review by ArtBetting.gr

Germany bookmaker bet365 review by ArtBetting.de

Premium templates by www.bigtheme.net free download.

Online bookmaker Romenia betwin365.webs.com

Scroll To Top