Wednesday , 20 September 2017
PESIAR UI 1436 H
You are here: Home 5 Islam Kontemporer 5 Bencana Alam (Kebumian), Azabkah/Anugerah Tuhan?
Bencana Alam (Kebumian), Azabkah/Anugerah Tuhan?

Bencana Alam (Kebumian), Azabkah/Anugerah Tuhan?

Bersama : Ustadz M. Syamsu Rosid, M.T.

|Ahad, 1 November 2015|07.00-09.00 WIB|Aula Utama Masjid UI Depok|

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang

(Qs. Al An’am : 65)

قُلْ هُوَ الْقَادِرُ عَلَىٰ أَنْ يَبْعَثَ عَلَيْكُمْ عَذَابًا مِنْ فَوْقِكُمْ أَوْ مِنْ تَحْتِ أَرْجُلِكُمْ أَوْ يَلْبِسَكُمْ شِيَعًا وَيُذِيقَ بَعْضَكُمْ بَأْسَ بَعْضٍ ۗ انْظُرْ كَيْفَ نُصَرِّفُ الْآيَاتِ لَعَلَّهُمْ يَفْقَهُونَ

Katakanlah: “Dialah yang berkuasa untuk mengirimkan azab kepadamu, dari atas kamu atau dari bawah kakimu atau Dia mencampurkan kamu dalam golongan-golongan (yang saling bertentangan) dan merasakan kepada sebahagian kamu keganasan sebahagian yang lain. Perhatikanlah, betapa Kami mendatangkan tanda-tanda kebesaran Kami silih berganti agar mereka memahami(nya)”.

Dari ayat ini Allah memperingatkan kita dengan berbagai azab yang Ia kirimkan dalam bentuk 3 kelompok azab yaitu kelompok atas, kelompok bawah, dan kelompok yang dicampurkan dengan orang-orang yang saling bertentangan atau sekelompok orang yang saling menyinis.

Yang akan kita bahas kali ini yaitu azab yang berada pada kelompok bawah yang datangnya dari bawah kaki kita.

Sebagian ulama mentafsirkan azab tersebut diantaranya gempa bumi, tsunami, dan letusan gunung berapi, atau segala bentuk bencana alam kebumian.

Betulkah semua azab tersebut adalah semata-mata bencana yang Allah timpakan kepada makhluk- Nya dimuka bumi?

Jika kita lihat pada peta dunia, Indonesia berada pada pertemuan 3 lempeng, yaitu pada bagian lempeng ke 2 yang memiliki ketebalan lebih dari 50 km dan luasnya seluas benua Asia atau Eropa. Lempeng itu bergerak untuk lempeng pasifik yang kecepatannya tidak terlalu besar yaitu 11 cm per tahun, efeknya seperti yang kita rasakan pada saat ini. Apabila lempengan itu bergerak 5 cm per tahunnya maka yang akan terjadi mungkin lebih porak-poranda lagi.

(QS.An-Naml : 38)

قَالَ يَا أَيُّهَا الْمَلَأُ أَيُّكُمْ يَأْتِينِي بِعَرْشِهَا قَبْلَ أَنْ يَأْتُونِي مُسْلِمِينَ

Berkata Sulaiman: “Hai pembesar-pembesar, siapakah di antara kamu sekalian yang sanggup membawa singgasananya kepadaku sebelum mereka datang kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri

Perumpamaan, jika kita dimasukkan kedalam tanah yang dalamnya 1 meter saja seperti kuburan, kita sudah tidak bisa lagi  bernafas apalagi kalau kita dikubur dalam kedalaman yang lebih dari 1 meter atau dalam tumpukan lempeng? Apa yang bisa kita perbuat?
Dan seperti orang yang ditabrak sepeda apakah sama akibat yang dirasakan dengan orang yang ditabrak oleh kereta api? Walaupun sekecil apapun pergerakan kereta api tersebut, maka tidaklah sama akibat yang ditimbulkan.

Jikalau kita ditabrak oleh sepeda mungkin efek yang ditimbulkan kecil, karena massanya kecil, akan tetapi apabila dibandingkan dengan ditabrak kereta api dengan massa nya yang besar walaupun kecepatannya kecil, maka momentum yang dihasilkan juga besar, gaya yang ditimbulkan sangatlah kuat sehingga efek yang dirasakan begitu parah. Maka siapa yang bisa melawan hal tersebut?

Dari ratusan tahun yang lalu, jumlah gempa yang terjadi berkisar ribuan kali atau bahkan lebih, bukan hanya di Indonesia saja akan tetapi Eropa, Amerika, Jepang dan lainnya juga. Indonesia memang sangat akrab dengan gempa, dan fenomena-fenomena gunung api.

Bencana alam yang pernah kita rasakan diantaranya :
– Angin ribut/badai, petir
– Kekeringan (kemarau berkepanjangan)
– Banjir (hujan, bandang, rob)
– Gempa Bumi
– Tsunami
– Erupsi Gunung Berapi
– Longsor
– Kebakaran

Dari 3 bagian atas terjadi dari efek atmosfer. Itulah bentuk azab yang Allah sebutkan sebagai azab yang datang dari atas.

Sedangkan yang dari bawah, yaitu gempa, tsunami, dan erupsi gunung berapi.

Jika bicara gempa, ada beberapa ayat yang menjurus pada azab yang berbentuk gempa.

(QS. Al – A’raf : 78)

فَأَخَذَتْهُمُ الرَّجْفَةُ فَأَصْبَحُوا فِي دَارِهِمْ جَاثِمِينَ

Karena itu mereka ditimpa gempa, maka jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di tempat tinggal mereka

(QS. Al – A’raf : 91)

فَأَخَذَتْهُمُ الرَّجْفَةُ فَأَصْبَحُوا فِي دَارِهِمْ جَاثِمِينَ

Kemudian mereka ditimpa gempa, maka jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di dalam rumah-rumah mereka

(QS. Al-Ankabut : 37)

فَكَذَّبُوهُ فَأَخَذَتْهُمُ الرَّجْفَةُ فَأَصْبَحُوا فِي دَارِهِمْ جَاثِمِينَ

Maka mereka mendustakan Syu’aib, lalu mereka ditimpa gempa yang dahsyat, dan jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di tempat-tempat tinggal mereka

Seperti apa azab yang Allah berikan:
Inilah gempa yang berefek azab pada manusia, efek dari gempa kepada alam adalah terbelahnya tanah, pergeseran belahan bumi.

Gempa memiliki gaya yang sangat besar, massa dan momentum juga sangat besar, maka bisa membelah tanah dengan kedalaman ribuan meter. Lalu dari situ akan menyebabkan pergeseran lempeng, nah pergeseran itulah yang menyebabkan munculnya tsunami. Bisa kita bayangkan apabila tsunami yang muncul maka akan bertambah fenomena yang ditimbulkan, yang pertama tadi gempa dan kedua adalah tsunami.

Sebelum berangkat dari patahan, patahan tersebut juga menyebabkan bergesernya tanah, jikalau kita lihat dari bawah gunung patahan tersebut dapat mengakibatkan naiknya magma yang berada pada kedalaman ribuan meter dibawah bumi.

(QS. Qaaf : 7)

وَالْأَرْضَ مَدَدْنَاهَا وَأَلْقَيْنَا فِيهَا رَوَاسِيَ وَأَنْبَتْنَا فِيهَا مِنْ كُلِّ زَوْجٍ بَهِيجٍ

Dan Kami hamparkan bumi itu dan Kami letakkan padanya gunung-gunung yang kokoh dan Kami tumbuhkan padanya segala macam tanaman yang indah dipandang mata

Setiap yang memiliki gaya akan memiliki stres, jika gayanya besar, maka sebesar itu pula ia harus bisa menangani stres dalam kehidupan. Seperti rol plastik yang kanan dan kirinya diberikan gaya/dorongan pada bagian tengahnya, jika terus menerus didorong maka ia akan mengalami stres. Ini juga sama halnya dengan dorongan yang diberikan oleh pasifik dan timur pada Indonesia maka suka tidak suka Indonesia juga akan mengalami stres, jika terus didorong maka rol plastik akan mengalami retakan-retakan dan ketika diperkuat dorongannya maka ia akan patah, maka patahan/retakan yang terbelah di Indonesia inilah yang menyebabkan magma naik.

Seseorang juga sering kali mengalami stres, stres yang apabila sudah sampai pada keelastisitasannya maka akan terjadi patahan seperti struk, depresi, dan sebagainya. Subhanallah..

Maka dalam 2 ayat ini Allah memberikan isyarat kepada kita pada firmannya,

(QS. Faathir : 27)

لَقَدْ صَدَقَ اللَّهُ رَسُولَهُ الرُّؤْيَا بِالْحَقِّ ۖ لَتَدْخُلُنَّ الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ إِنْ شَاءَ اللَّهُ آمِنِينَ مُحَلِّقِينَ رُءُوسَكُمْ وَمُقَصِّرِينَ لَا تَخَافُونَ ۖ فَعَلِمَ مَا لَمْ تَعْلَمُوا فَجَعَلَ مِنْ دُونِ ذَٰلِكَ فَتْحًا قَرِيبًا

Sesungguhnya Allah akan membuktikan kepada Rasul-Nya, tentang kebenaran mimpinya dengan sebenarnya (yaitu) bahwa sesungguhnya kamu pasti akan memasuki Masjidil Haram, insya Allah dalam keadaan aman, dengan mencukur rambut kepala dan mengguntingnya, sedang kamu tidak merasa takut. Maka Allah mengetahui apa yang tiada kamu ketahui dan Dia memberikan sebelum itu kemenangan yang dekat

Bahwa ada potensi-potensi mineral yang kita peroleh setelah timbulnya fenomena alam ini, putih bisa saja platinum, perak, aluminium, merah itu tembaga, dan yang hitam yaitu seperti timah dan lainnya. Dari sanalah Allah berikan kekayaan-kekayaan kepada manusia.
Itulah yang kita liat didaerah kupang, cikotok, dan lainnya, dan juga seperti daerah timur-timur yaitu penghasil minyak dan gas bumi yang banyak.

Akan tetapi masih banyak manusia yang mengeluh setiap harinya, padahal Allah telah adil, mereka diberikan kekayaan alam yang melimpah ruah dibanding kekurangan yang mereka rasakan.

Sebenarnya itulah cara Allah memberikan rezeki. Maha Adil Allah atas segala kekuasaannya.

Semua telah Allah atur dan Allah-lah sebaik-baik pemberi, Allah menunjukkan kekuasaannya serta Allah pun menundukkan segala yang dilangit dan dibumi ini untuk manusia.

➡ Contoh ketika manusia mengebor patahan bumi tersebut, maka gas atau minyak bumi akan naik dengan sendirinya tidak perlu kita menggali, dan masuk ke kedalaman yang jauh akan tetapi cukup dengan mengambil tampungan saja kita bisa mengambilnya. Juga seperti yang kita lihat di freeport, kita tinggal ambil emas nya saja tanpa harus susah payah menggali di kedalaman ribuan kilometer.

Dan seperti timah dan logam karena ia susah diambil jika ia berada jauh di dalam bumi maka Allah meletakkannya dipermukaan bumi sehingga memudahkan manusia untuk mengambilnya.

Maka ni’mat apalagi yang kita dustakan?

➡ Fenomena gunung api yang aktif, pohon anggur subur dikaki gunung tersebut.

➡ Fenomena pasir, letusannya menghasilkan pasir yang dahulunya dipakai untuk membangun gedung-gedung di Jakarta serta batuan-batuannya juga dipakai untuk pondasi-pondasi gedung.

➡ Dan juga fenomena yang terjadi di Jogja, ada juga gunung api yang setengah aktif, pancaran air panasnya yang tinggi dapat dimanfaatkan untuk menggerakkan turbin.

➡ Emas ditemukan berbentuk urat-urat didalam tanah yang terberatnya didunia yaitu 2,5 kg ditemukan di Australia.

➡ Contoh sehari-hari yang kita liat, batuan akik yang sekarang trend oleh masyarakat kita saat sekarang ini, harganya sama dengan 1 buah harga mobil.

Lagi-lagi betapa banyak ni’mat dan karunia yang amat besar yang diberikan Allah pada manusia.

Itulah berbagai macam ni’mat Allah yang dapat kita rasakan dari berbagai fenomena alam yang terjadi selama ini.

Akan tetapi jika Allah murka, Allah akan turunkan azab pada manusia lewat fenomena alam tersebut.

Pada tahun setelah kematian Nabi Isa, masyarakat Romawi ditimpa azab yaitu ditimpa letusan gunung berapi yang memuntahkan lahar dan membakar 2000 orang diantara mereka yang sekarang keadaannya masih terbungkus oleh lava gunung berapi.

Sebenarnya Allah juga mengigatkan kita kembali pada,

(QS. Al-Hajj : 65)

أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ سَخَّرَ لَكُمْ مَا فِي الْأَرْضِ وَالْفُلْكَ تَجْرِي فِي الْبَحْرِ بِأَمْرِهِ وَيُمْسِكُ السَّمَاءَ أَنْ تَقَعَ عَلَى الْأَرْضِ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ بِالنَّاسِ لَرَءُوفٌ رَحِيمٌ

Apakah kamu tiada melihat bahwasanya Allah menundukkan bagimu apa yang ada di bumi dan bahtera yang berlayar di lautan dengan perintah-Nya. Dan Dia menahan (benda-benda) langit jatuh ke bumi, melainkan dengan izin-Nya? Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada Manusia

Sesungguhnya tidaklah pantas kita berkeluh kesah terus menerus kepada Allah terhadap apa-apa yang telah kita peroleh, betapa banyaknya anugerah yang diberikan oleh Allah bahkan Allah pun telah menundukkan semua bagi manusia. Tugas kita seharusnya merawat semua dengan baik. Dan berusaha menjadi manusia yang sebaik-baiknya dalam kehidupan didunia ini.
Firman Allah, “bahwa Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum jika mereka tidak mau merubahnya.”

(QS. Ar-Rahman : 45)

فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan

(QS. Ar-Rahman : 6)

وَالنَّجْمُ وَالشَّجَرُ يَسْجُدَانِ

Dan tumbuh-tumbuhan dan pohon-pohonan kedua-duanya tunduk kepada-Nya

Maka kenapa kita sulit untuk tunduk dan patuh kepada Allah, sedangkan pohon-pohon dan tumbuh-tumbuhan keduanya tunduk dan patuh kepada-Nya.

Tanya jawab :
1. Dimana batasan antara azab dan anugerah?

➡Saya ingin mengajak kita semua untuk berpositif thinking pada ketetapan Allah, ada atau tidak ada manusia dimuka bumi ini, hal tersebut juga akan terjadi karena sudah sunnatullah. Tapi apakah itu azab atau tidak?

Kita bicara api yang netral, pisau pun demikian, tapi ketika api dan pisau itu tidak bisa dikendalikan oleh manusia maka api dan pisau akan menjadi bencana bagi manusia. Maka dari itu selalulah berfikiran positif terhadap apa yang Allah berikan kepada kita.

(QS. Asy-Syarh : 6)

إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا

“Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan”

Walaupun bentuknya seperti gempa atau letusan gunung, yang terpenting adalah bagaimana kita menyikapinya. Akan tetapi kita tidak dapat mengatur bencana tersebut, yang hanya bisa kita lakukan yaitu dengan meminimalisir efek yang mungkin akan timbul, seperti :

– Di Taiwan yaitu daerah yang rawan gempa, besi-besi dibuat berbentuk huruf H dan dibolong-bolongi dengan bentuk bulat, segitiga, dan sebagainya.
Celah yang mereka bolongi itulah yang akan meminimalisir efek yang ditimbulkan sehingga tidak yang menyerang kemana-mana. Dan juga mengabsorbsinya untuk mengurangi gelombang gempa atau efek bencana yang mungkin muncul jika terjadi.

– Sedangkan di Jepang yang juga daerah rawan gempa, Jepang memberi ‘per’ pada besi yang ada dilaut agar gelombang gempa tidak menjalar menyerang gedung-gedung yang ada disana.

2. Mengapa azab Allah itu tidak pilih-pilih?

➡Manusia diciptakan Allah sebagai Khalifah dibumi tidak hanya duduk wirid, dzikir di mesjid, melainkan juga mencari dunia. Karena jika duduk wirid dan berdiam di mesjid saja apa yang bisa kita perbuat untuk amar ma’ruf nahi munkar dimuka bumi?
Umar bin Khattab pernah mengusir rakyatnya yang duduk-duduk di mesjid yang tidak mencari dunianya. Ia berkata tidak hanya cukup beribadah kepada Allah tapi juga ikhtiar kepada Allah.

— Mengapa orang-orang sholeh tersebut juga diazab oleh Allah, mungkin karena ia hanya memikirkan dirinya sendiri hanya mencari amal akan tetapi tidak mengaplikasikan apa yang Allah wahyukan, maka Allah tidak senang dan Allah besertakan mereka dengan orang-orang yang Allah turunkan azab kepadanya. Wallahu alam.

— Tsunami dan lainnya tersebut adalah fenomena alam, seperti dibawah laut Menado ada gunung api, akan tetapi letaknya dibawah laut maka ia tidak dapat disebut bencana karena ia tidak mengenai manusia.

Oleh karena itu Allah suruh kita untuk bermunajat kepada-Nya, ikhtiar serta mendekatkan diri kepada-Nya, agar senantiasa kita dihindarkan dari hal-hal tersebut.

Ada juga orang yang tidak ahli ibadah akan tetapi ia ahli dalam segala hal, maka lihat saja keahlian tersebut sebentar saja akan lenyap karena ia tidak meminta campur tangan Allah didalamnya sehingga Allah pun tidak meridhoinya.

Maka dari itu kita harus bertransformasi didalam masyarakat. Fenomena tersebut tidak akan pilih-pilih mana orang yang sholeh atau tidak sholeh  maka dari itu kita harus selalu beikhtiar kepada Allah sehingga dijauhkan dari azab Allah baik didunia mapun diakhirat.

3. Fenomena bumi berputar?

➡Tanda-tanda bumi berputar, adanya siang malam, adanya magnet bumi, jika tidak ada magnet maka bumi akan hancur.

Allah lah yang menjaga semua sehingga posisi planet-planet tersebut tidak berpotensi bencana dimuka bumi.

4. Apakah neraka tersebut adanya dibumi atau dimana?

➡Wallahu alam hanya Allah yang tau.
Fenomena-fenomena alam jangan dilihat sekedar azab atau bencana. Ia dikategorikan azab/bencana apabila ia mengenai kita. Kalau kita bawakan ke kehidupan kita bagaimana cara kita harus berusaha untuk meminimalisirnya apakah dengan bermunajat kepada Allah dan dengan berusaha kepada Allah atau dengan diam saja membiarkan Allah dengan cara-Nya.

Wallahu a’lam bishshawab

TINGGALKAN KOMENTAR

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Bookmaker bet365 review by ArtBetting.co.uk

Bookmaker bet365 review by ArtBetting.gr

Germany bookmaker bet365 review by ArtBetting.de

Premium templates by www.bigtheme.net free download.

Online bookmaker Romenia betwin365.webs.com

Scroll To Top