Saturday , 16 December 2017
PESIAR UI 1436 H
You are here: Home 5 Aqidah 5 Bagaimana Menata Hati Menuju Qalbun Salim
Bagaimana Menata Hati Menuju Qalbun Salim

Bagaimana Menata Hati Menuju Qalbun Salim

Bersama : Ustadz Dedy Martoni,S.Pd.,M.Si

Ahad, 29 Maret 2015 pukul 07.00-08.45 WIB @Aula Utama Masjid UI Depok

 

Misi para Rasul

“Sungguh beruntunglah orang yang menyucikan jiwanya dan sungguh merugi orang yang mengotorinya.” (QS AsySyams)

Abu Dzar,Rasulullah SAW bersabda: “Sungguh beruntung orang yang mengikhlaskan hatinya dengan Keimanan, menjadikan HATInya bersih, LiSANnya jujur, JIWAnya tenang, AKHLAKnya lurus.” Jadi hati yang bersih sangat berkaitan dengan akhlak.

Qalbun

Yang dimaksud adalah jantung (walaupun diterjemahkan secara bahasa : hati). Dalam bahasa arab : qalbun/ muhjatun/ fu’adaa.

Ketahuilah bawa didalam jasad ini ada segumpal daging,apabila dia baik maka akan baiklah seluruh jasad dan apabila ia rusak maka rusaklah seluruh jasadnya.” (HR.Bukhori)

3 Jenis hati :

  1. Qalbun salim. Hati yang tunduk dan mengikuti petunjuk Allah. Qalbun Salim adalah org yang bertakwa,ikhlas
  2. Qalbun Maridh /hati yang sakit. Orang yang tidak menjalankan aturan Allah. kadang patuh,kadang ingkar.
  3. Qalbun Mayyit. Hati yang mati/membantu/mengikuti kehendak setan. Inilah adalah golongan kafir.

 

Awal Surah Al-baqarah menceritakan tentang orang-orang dengan ketiga jenis qalbun.

Ayat 1-5 menceritakan tentang orang-orang qalbun salim

Albaqarah 1-5

alif lam mim. inilah kitab (Alquran) yang tidak ada keraguan didalamnya.Yaitu orang yang beriman terhadap hal gaib (surga,neraka) dan mereka menyempurnakan shalat,dan menginfakkan sebagian rezki yang kami berikan kepada mereka. dan mereka yang beriman kepada alquran yang diturunkan kepadamu (Muhammad),dan kitab-kitab yang telah diturunkan sebelum engkau dan mereka yakin dengan adanya akhirat. Merekalah yang mendapat petunjuk dari Tuhannya dan mereka itulah orang orang yang beruntung

Ciri-ciri Orang yang mendapat petunjuk dan beruntung berdasarkan ayat diatas :

  1. Beriman kepada yang gaib: Allah gaib,takdir gaib,surga,neraka
  2. Mendirikan sholat (sebagai pembuktian)
  3. Berbagi rezki
  4. Beriman kepada kitab-kitab Allah
  5. Yakin dengan Rasul
  6. Percaya hari akhirat

bagaimana keadaan mereka disurga?

  1. Lenyap rasa dendam diantara hati mereka
  2. Hiduplah rasa persaudaraan
  3. Tidak merasa lelah didalamnya
  4. Tidak akan pernah dikeluarkan dari surga
  5. Mereka duduk didipan-dipan,dialiri sungai-sungai didalamnya

Ayat 6-7 menceritakan tentang yang qalbunnya sakit. Orang-orang  yang sudah dicap /ditutup Allah hatinya,pendengran,penglihatannya.

Al a’raf 100 :“Dan apakah belum jelas bagi orang-orang yang mempusakai suatu negeri sesudah (lenyap) penduduknya, bahwa kalau Kami menghendaki tentu Kami azab mereka karena dosa-dosanya; dan Kami kunci mati hati mereka sehingga mereka tidak dapat mendengar (pelajaran lagi)?

Ayat 8-20 Al Baqarah tentang qalbun sakit.

Qalbun Sakit:

  1. Didalam hatinya penyakit.
  2. Lalu ditambah Allah penyakitnya karena mereka BERDUSTA. Dia bilang LILLAH tp hatinya TIDAK LILLAH.

Amal itu diterima kalau:

  1. Niatnya karena Allah
  2. Prosesnya bersama Allh
  3. Tujuannya untuk Allah

Maka cek,mengapa kita datang disini,apa yang kita lakukan,apakah benar-benar LILLAH.. ?

Allah Maha Mengetahui. Taqwa itu ada disini (sambil menempuk dada beliau tiga kali). Ketaatan

seorang hamba bukan lisan tapi HATI. Ada orang yang baik banget,padahal belum tentu salim.

Qalbun yang sakit:

  1. Kufur nikmat. Allah turunkan hujan, tetapi dia mengatakan, “Ya Allah kenapa hujan?”. Diberi tetangga kuah sop, dia mengatakan,”wah kuah doang”. Tidak bersyukur terlebih dahulu.
  2. Musyrik dan Riya. Percaya dengan garis tangan, innalillah musyrik. Syirik kecil yakni riya. ALHAMDULILLAH, Segala pujian hanya untuk ALlah. Tidak pantas manusia mendapat pujian. Tidak pantas kita ingin dipuji.
  3. Cinta kedudukan dan kepemimpinan
  4. Dengki
  5. Ujub/ingin dipuji
  6. Terperdaya (ghurur). Dan tidaklah kehidupan dunia hanya kesenangan yang memperdaya.
  7. Sombong(takabbur). Menolak kebenaran dan merendahkan yang lain.
  8. Bakhil/pelit kepada Allah.

Nabi ibrahim,hatinya bersih. Terkait dengan pentingnya menjaga hati, maka tidaklah beruntung orang yang menghadap Allah pada hari di mana tidak berguna harta dan kerabat, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih. Hal ini sebagaimana doa nabi Ibrahim ‘alayhis salaam termaktub di dalam Al-Qur-an,

surat Asy-Syu’ara ayat 83-89:

83. (Ibrahim berdoa): “Ya Rabbku, berikanlah kepadaku hikmah dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang shalih.”

84. “Dan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian.

85. “Dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang mempusakai surga  yang penuh kenikmatan

86. “Dan ampunilah bapakku, karena sesungguhnya ia adalah termasuk golongan orang-orang yang sesat.

87. “Dan janganlah Engkau hinakan aku pada hari mereka dibangkitkan.

88. “(yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna.

89. “Kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih (qalbun salim).”

Qalbun salim itu fitrah.Tidak ada yang tidak ingin tenang,selamat. Apalagi Kita sudah berjanji kepada Allah. QS 7:172.

Sarana menyucikan hati

  1. Sholat adalah sarana menyucikan hati
  2. Zakat dan Infaq :menumbuhkan jiwa dermawan dan pengorbanan
  3. Puasa:mngendalikan hawa nafsu perut n kemalUan
  4. Haji:pembiasaan nilai pengorbanan
  5. Tilawah Quran:menghaluskan jiwa.
  6. Dzikir :istighfar sebanyak-banyaknya
  7. Tafakur (Q.S 3:190-191).
  8. Mengingat kematian dan pendek angan-angan.
  9. Muraqabah(selalu mendekat pada Allah);Muhasabah (evaluasi diri);
  10. Mengetahui pintu-pintu masuk setan kedalam jiwa dan menutup jalan-jalannya.

Semoga kita menjadi pribadi yang Qalbun salim. Di dalam sebuah hadist diceritakan tentang orang yang selama hidupnya melaksanakan amalan penghuni surga,tapi saat ajal dia melakukan amalan penghuni neraka hingga dia di neraka. Tapi ada orang yang selama hidupnya maksiat, tapi diakhir hayatnya ia berbuat kebaikan hingga ia menjadi penghuni surga. Oleh karena itu hendaknya kita senantiasa berdoa padaNya karena hanya Dialah yang membolak-balikkan hati.

Doa

Yaa Muqallibal Quluub, Tsabbit Qalbi ‘Ala Diinika

Artinya: “Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkan hati kami di atas agama-Mu.”

[HR.Tirmidzi 3522, Ahmad 4/302, al-Hakim 1/525, Lihat Shohih Sunan Tirmidzi III no.2792]

 

Rabbabaa Laa Tuzigh Quluubanaa Ba’da Idz Hadaitanaa wa Hab Lana Mil-Ladunka Rahmatan Innaka Antal-Wahhaab

Artinya: “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia).” (QS. Ali Imran: 7)

 

Karena kami tidak hanya memberikan informasi, namun senantiasa berusaha untuk menginspirasi

sumber gambar : https://heruprasojo.files.wordpress.com/2011/01/love-allah.jpg

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Bookmaker bet365 review by ArtBetting.co.uk

Bookmaker bet365 review by ArtBetting.gr

Germany bookmaker bet365 review by ArtBetting.de

Premium templates by www.bigtheme.net free download.

Online bookmaker Romenia betwin365.webs.com

Scroll To Top